Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Worksop The Great Marketing Road MAP – Andy eko wibowo

Worksop The Great Marketing Road MAP

Silahkan di share, enteng enteng aja, karena ada rahasia marketing langit.!!!
Hukum pertumbuhan bisnis yang kita pahami, survive, grow & Lead (mulai memimpin). Tiga fase yang pasti alami ketika kita istiqomah membesarkan bisnis kita. Itu tiga indikator bisnis kita ada dimana. Fase lead itu, jangankan duwit, kompetitor itu datang untuk menjadi mitra. Fase survive indikatornya penderitaan tanpa akhir. Yang lucu, pada fase survive itu, teman – teman pada menjauh juga, bahkan bank juga, fase survive ini duwet susah banget datang kepada kita, susah sekali untuk datang kepada kita. Biasanya dialami oleh perusahan baru dan perusahaan bermasalah. Perusahaan baru : 1 karena dia belum punya pelanggan, akhirnya mencari pembeli pembeli baru, pembeli pembeli baru juga ragu, apakah pemain baru cukup asik klo bertransaksi dengan kita. Pada fase ini ada perbaikan secepatnya dan raih simpati pasar secepatnya supaya pasar mau jadi pelanggan kepada kita, karena pelangganlah yang sukarela untuk datang belanja lagi – belanja lagi. Fase survive itu tujuannya membangun reputasi, brand.
Fase grwo ketika pelanggan sudah mulai banyak, pelanggan datang sendiri. Beda pelanggan dengan pembeli baru adalah pelanggan sudah punya eksperient menggunakan transaksi kita, sedang pembeli baru sama sekali belum bertransaksi dengan kita, masih meragukan etikat baik dari kita.  Memaintainance pelanggan agar tidak kabur.
Fase leading adalah fase dimana agar kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada agar dapat duwit. Kompetitor aja bisa ngantri menghasilkan duwet. Fase leading itu duwetnya ngantri ngantri untuk dijualin. Kapan kita bisa grow secepatnya, lead secepatnya?? Nah…dengan the great marketing road map ini harus dilakukan tahap demi tahap, tidak boleh lompat lompat. Karena satu langkah menjadi pondasi berikutnya. 3 langkah ini bisa diurai 14 langkah. Klo kita produk , maka harus mentarget penjualan per item perharinya, harus diselesaikan bagaimana caranya laku.
Apapun yang dipelajari di buku apapun, kita pasti akan ktemu 4 hal ini : brainstroming, stroming, normalizing, performing. Ini adalah sikulus perubahan yang harus siap anda hadapi dalam membesarkan bisnis. Semua yang kita pelajari, hanya akanmenghasilkan sesuatu , ketika yang dipraktekkan. Ketika dipraktekan akan bertemu seribu macam ketidak edealan dan seribu macam permasalahan.  Begitu di jalani, maka tentunya saat ketidak edealan tersebut membuat besoknya menjadi tidak semangat. Fase stroming adalah disini, ada perlawanan karena beribu permasalahan tersebut. Otak (brain nya hilang). Pada saat normalizing, pokoknya saya harus tetap jalan untuk membuat target, pokoknya saya harus tetap jalan membuat target, besoknya coba lagi ketika hari ini gagal, coba lagi, coba lagi, masalah ada, tapi terobos, masalah ada tapi terobos. Lama – lama, klo dipaksa terus jalan, maka akan mulai terbentuk performancenya. Disini kita kemudian akan melakukan temuan – temuan masalah baru dan kembali ke fase brainstroaming-stoarming, normalizing, performance. Fase ini tidak bisa diskip saja begitu saja. Harus dilewati meskipun menyakitkan. Begitu reputasi kita dapat, apapun yang kita jual akan mudah.
Maka, fase ini menyakitkan ?? Iya!!!jika kita tidak lewati, dan kita acuhkan , maka fase kita berada dalam fase survive saja, tidak naik ke fase growt.
Berapa Rp target pendapatan yagn anda harapkan dari bisnis anda setipa bulannya? Berapa milyar?berapa ratus juta? Sudah ada blue print strateginya?apa pengorbanan yang siap anda lakukan utnuk mendapatkan semua itu sercara rutin dalam 3-6 bulan kedepan? Dari target ini kita bisa membuat rencana kerja dari hari perhari, sehingga kita bisa target secara keseluruhan. Belum di bagi perproduk, kira – kira mungkin g kita jualan sesuai target perhari tersebut? Bagaimana caranya?(ini nanti….) setidaknya kita harus tahu caranya mencapai target tersebut, serapan pasarnya, lokal, regional, nasional, internasional. Nama besar harus dibangun
Contoh kasus :ada sebuah lemabga pendidikan (doni bening photographer), dia kemarin dengan semangat banggaknya dapat omzet 1, 7 milyar dari 23 cabang, kantor pajak seluruh jawatimur. Dia cerita , bisa g ? Penghasilan 1, 7 milyar ini dikunci? G perlu nyari nyari!!! Ini dapat 1, 7 tapi jalan – jalan? 1, 7 tapi g perlu keluar dari daerah???membangun customer base (membangun basis pelanggan, karena pelanggan ini akan datang terus menerus,),kita harus tahu market size yang akan kita jadikan pelanggan itu!!!
Tolong dicoacing agar dapat mahasiswa yang tergerus oleh UMM, Unibraw? Masalah yang dihadapi puluhan ribu mahasiswa yang berhasil di grap oleh UMM, brawijaya adalah mahaiswa yang skripsi, bermasalah di skripsi. Bimbingan skripsi 5 juta sampai lulus. Kita harus sensitif untuk hidup dari masalah orang lain. Karena didalam kerumuan maslaah tersebut adalah uang!!!!
Mau ditarget 1 M, 500 juta, ini enteng sebenernya, klo kita MAU TAHU!!!pasti ada jawabannya!!!!!Yang namanya target pasti butuh syarat dan ketentuan berlaku, berarti harus rela melakukan apapun untuk mendapatkan itu dalam jangka waktu 3-6 bulan. Proses ini terlihat dalam waktu 3 bulan, klo dalam 6 bulan g cukup, maka ada proses yang salah. Banyak teman – teman yang punya usaha, setiap harinya bengong!!!!jadi selain target uang, maka juga harus ada jangka waktunya.
Salah satu teknik untuk memecah target , dengan menjalankan tiga pilar :
Target sebesar apapun, akan berer dengan tiga pilar ini. 
  1. Perbanyak pilar pemasukan (
  2. Bangung keunggulan bersaingnya
  3. Jalankan pemasaran berkesinambungan (kemasan mendukung pemasaran berkesinambungan)
Packing itu barang yagn biasa menjadi wow, naik 125 ribu biaya produksi, tetapi nilai jual 100-200 kali lipat.
Rahasia membangung peilar pemasukkan yang effective adalah klo bangunan ditopang oleh 1 pilar atua 2 pilar saja pasti runtuh, dalam bisnis juga begitu. Klo kita hanya mengandalkan satu produk untuk mencapai satu target pasti berat. 
Pilar – pilar terbentuk dari 4 hal (mastering supply & demand warfare), :
  1. Sediakan produk atau jasa yang menjadi better solution bagi masalah yang diahadapi oelh pasar.  (Kita terjebak pada produknya!!!bisnismu apa??? Bisnis kita adalah membantu pasar. Klo penjualan seret, jangan jangan kita belum mendifinisikan ulang bisnis kita. Ini adalah kunci utama kita harus mengetahui ini!!tidak terjebak pada produknya, tapi bisnis kita itu adalah membantu menyediakan solusi yang lebih baik bagi maslaah yang diahapi oleh pasar dengan suatu produk. Apapun bisnis kita adalah membangun aset, bukan mati hidup sebuah produk. Banyak teman teman kliru, tersesat, mati matian membela produk. Hanya berjibaku pada satu ranah saja dan kadang tidak tepat sasaran.) Bisnis harus memberikan solusi, klo pun bisnis kita memberikan solusi, klo tidak lebih baik , ngapain juga pembeli harus beralih ketempat orang lain.   Masing – masing punya produk turunan. Misal property, maka setelah jualan rumah, maka produk turunannya adalah bagaimana cara memantaince ya, karena kita tahu struktur bangunannya, seperti renovasi, interior exterior design, landscaping, taman, pasang solar sell. Nek apotek apa aja????
  1. Kenali serapan pasar dan spot areanya (kita harus mengenali membangun pilar yang efektif, yang palign gampang adalah definisikan kembali arti dari bisnis kita, bisnis kita sebanranya adalah membantu menyediakan solusi yagn lebih baik bagi masalah yang diahadapi oleh pasar, bisnsi kita hanya akan terus hidup selama pasasar terus bermasalah dengan hidup mereka). Satu contoh lembaga pendidikan indonesia yang membikin pasar expart. Dia tawarkan 9 juta untuk pelatihan itu kepada para expatria. Dalam 1 tahun dia tidak lebih dari 85 juta. Lalu tanya pak las, gimana cara mengenali ini? Modul ini yang membutuhkan memang orang asing, tapi bisa jadi, orangnya tidak harus di indonesia.  Maka buatlah online, bisa diakses pertahun, hp, dll. Yang bisa dibidik tahun pertama , ketiga sekitar 10 juta orang x 25 dolar =3,5 trilyun. Dengan mengenali serapan pasarnya saja, bisa luas sekali. Cerita ibu ibu terpuruk bapak ibunya terlibat /terjerat investasi bodong terjerat 750 juta.  Lagi dines di tawian dosen mandarin, inggris , g tega dia pulang untuk membantu bapak ibunya. Beliau balik ke indonesia, bingung usaha suaminya tidak bagus bagusnya, lagi declear . Mbk nya ini pulang , harus punya usaha. Dirumah yang ada hanya mesin jahit padahal dia juga tidak bisa jahit. Dengan sisa uang yagn ada jual barang bekas, sempet sempetnya beli buku. Dia contek habis studi kasus perusahaan garmen yang head to head melawan bread nasional. Dia punya produk , mereka bikin cataloque yang sangat eklusif, orang lihat aja, pasti brand besar. Masalahnya dia tidak punya kemampuan untuk menjual.akhirnya dia lihat segmen pasar itu adanya di mall mall, untuk menjual produk tersebut dnegan harga yang bagus maka mau g mau harus jual di mall. Tembus 2 M. Kenali pasar aja udah tembus 2 M.
  2. Temukan strategy terbaik untuk menggarap masing – masng market spot. Masing – masing market spot punya startegi masing – masing, dikota beda, di online beda, di mall beda, di ruang dosen beda.  1 produk saja bisa punya pilar anak lainnya. 1 kota di bidik itu pilar baru, klo 10 kota maka berapa pilar? Banyak teman – teman punya produk macem macem tapi hanya BERHARAP KEAJAIBAN, keajabian pembeli datang terus menerus. Banyak strateginya, ada copy writing, display, dll.
  3. Bagnun die hard team untuk menjalankan strategy tersebut setiap market spot. Banyak dari teman – teman yang terlalu pelit untuk bagi insentif, dengan team penjualannya. Begitu mereka terlalu pelit, teamnya tidak cukup termovitasi. Balai kartini, bagaimana orang yagn masuk kita bisa menginpres bahwa balai kartini paling bagus!!!! Marketing, klo bisa tembus 25 m,, aku kasih mobil seharaga 125 juta. Kita bisa membangun die hard team klo kita juga g pelit juga pada mereka. Klo insentiv dari teamnya tidak menarik (kecil), maka tidak termotivasi!!!
Kalaupun kita sudah memeiliki pilar piliar pemasukkan yang effektiv dari 4 hal diatas, sudakah kita mengupgrade keunggulan bersaing dari setiap pilar pemasukan bisnis kita tersebut????meningkatkan daya saing dari keempat pilar tersebut, kita lenal dengan the better 5 P. 5 langkah membaung reputasi bisnsi yang effektive
  1. Build your product better. Klo kita punya prduk yang bagus, maka packaging nya harus keren…harganya bisa  bagus. Ini urutan!!! Produk, kemasan,harga,build your promotion better.kemasan harganya berapa>??tapi ndongkrak penjualan. Klo ktia punya apotek, setiap saat kita sedang pameran tunggal, yang membiaya customer, layani sebaik mungkin karena kita sedang melakukan pameran. Betapa luar biasanya kita dengan competitor. Kemasan yagn bagus untuk membuat orang yagn pakai. Sudahkah kita menjadikan setiap moment orang datang ketempat kita, menunjukkan the best moment. Masalah terbesar ternyata ada di orang – orang kita. Kenapa orang – orang kita resisten? Karena kita sendiri kurang keras untuk membina mereka menjadi die hard team!!!!!!
  2. Set your packaging better
  3. Set yur price better
  4. Bulild your promotion better. Promosi membuat pasar yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.  Klo kita sudah promosi yang bagus, hati – hati di people. Banyak orang yang tidak aware di people, padahal penting banget!!!
  5. Train your people better. ini meningkatkan daya saing kita bersaing di 4 titik yang menentukan. Sudah habis habisnya membangun produk, pakacing, price, promotion, orang kita ngelayani judes nya luar biasa..  Masalah apotek ada disini!!! Pegawai front line dan back line. Pegawai didepan upayakan yang good loocking, bahasanya adalah orang yang punya bodi pekerti yang bagus. Setelah itu upgrade budi pekerti mereka.
Definisi puas–> ketika seseorang menerima lebih dari yang dia bayar. Untuk membuat puas itu, minimal 5 hal ini harus di jalankan.. Kaitan 5 hal ini adalah orang yang berurusan dengan kita (Costumer) akan menjadi marketing kita sendiri. Tidak harus simultan, tidak harus diselesaikan dulu. Ini adalah upaya untuk menjadikan customer menjadi happy customer sehingga menjadi ower greates marketing in the words, key performnace indikatornya (KPI) dari program ini berhasil adalah repead order /pelanggan kita akan bertambah secara eksponensial!!(word of mounth=mulut kemulut). Ini digunakan untuk membuat orang bertransaksi di bisnis kita membuat mereka mendatangkan 10 orang lain untuk bisnis kita. 1 orang terpuaskan akan mentriger 10 orang yang datang ketempat kita. Mau online maupun off line tetap sama, karena yang dilayani manusia.

1 Comment on Worksop The Great Marketing Road MAP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*