Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning perjalanan kita!!! di desa tempat para jenius berada – Andy eko wibowo

perjalanan kita!!! di desa tempat para jenius berada

Perjalanan kali ini diawali dengan hujan…Walaupun demikian..hujan tak menghalangi kami untuk melakukan perjalanan yang telah di rencanakan sejak lama,liburan di tanah nya para jenius, Brosot…

Hehhehehehe…
Dear kawan – kawan pembaca…
Kali ini aku ingin menceritakan perjalanan liburan kami, gank ledok!!
Sekumpulan anak anak remaja menjelang  pemuda, dan aku yang paling tua…hahaha…jika boleh dikatakan paling dewasa..lihat saja para gank lainnya.

20121222_052119

Ada cerita menarik sebelum keberangkatan ini ! Dan yang paling membagnggakan dari mereka, anak – anak ini telah melakukan hal luar biasa untuk pertama kalinya dalam berorganisasi. Hal luar biasa itu adalah rapat yang terencana. Bagi kalian hal itu biasa? Tidak bagi anak – anak ini, karena aku melihat dengan sangat jelas bagaimana sebuah bibit organisasi terbentuk. Betapa luar biasanya mereka dalam mengungkapkan pendapat tentang acara yang akan dilakukan, apa yang akan di bawa, serta kapan berangkat. Mereka seakan – akan membuat sebuah kesepakatan kesepakatan yang secara spontan menjadi sebuah hasil rapat. Kalian masih menganggap ini hal biasa? Tidak bagiku!!sekali lagi tidak!! Karena aku melihat pertumbuhan mereka sejak kecil, 2 tahun yang lalu, dimana mereka hidup dengan segala ke over actingan didalam lingkungannya, susah diatur dan bandel. Dua tahun yang lalu, kamilah yang membuatkan rencana -rencana untuk kegiatan mereka. Namun kini, setelah 2 tahun itu, mereka mulai mengatur sendiri kumpulan mereka, membuat arah sendiri untuk menikmati masa bermainnya. Ah…aku bangga dengan mereka. Jika kalian belum merasa kagum dengan mereka, sebaiknya kalian datang melihat kami!!aku yakin, akan muncul seribu tanya dan decak kagum. Trust me!!!

***
Hari ini, jum at, 21 desember 2012, menjadi saksi bahwa mereka bisa merealisasikan sebuah rencana untuk hidupnya, sebuah langkah kecil yang mungkin akan merubah kehidupannya karena mereka akan mulai merencanakan berbagai keinginan dalan hidupnya dan merealisasikannya. mereka,  yang mulanya orang lain memandang remeh, mungkin suatu saat si peremeh akan mulai terkagum -kagum melihat keberhasilan mereka. Amin…

Kata kedua untuk mendiskripsikan perjalanan ini adalah "katisan dan deso". Deso karena katisan akibat bus trans jogja. akibat kehujanan dalam menuju halte buz tansjogja dengan jarak 2 km dari ledok timoho, bisa di bayangkan dinginnya di dalam buz!! Di awal perjalanan, aku kira akan ada berbagai tindakan liar yang mereka lakukan. Aku khawatir sekali, karrena lesan dan polah mereka..Namun ternyata katisan membuat mereka diam, plus menggigil.hahaha….yes!!!aku menang mereka kalah..1 : 0.

20121221_084944

 

20121221_094305

Sampailah ke pemberhentian pertama untuk mencari bus menuju negeri para orang jenius, Brosot. Tepatnya pemberhentian ini dinamakan pojok beteng kulon. Hawa panas telah menyeruak di dalam tubuh mereka, memicu mesin mesin dalam tubuh mereka yang jarang diganti olinya, ditambah pula mesin dua tak. Akibatnya tak khayal lagi, deru deru mesin berisik. Dimulai, cempreng , uncontrol, dan menambah debit polusi suara jalan raya. Lebih – lebih warung tenda biru berisikan mendoan,klepon, terangbulan serta kawan kawan yang menyertainya.

20121221_100043
Suasana berubah menjadi uncontrol, ketawa,bercanda seenaknya. Bagaimana cara mengkontrol mereka? Ada dua cara, yang pertama dengan tidak berusaha mengkontrol mereka atau yang kedua justru masuk dalam bercandaan mereka, dan langsung menjewernya jika sudah di lewat batas. ketawa, berhaha haha, ber"nyekakak", dan berusil ria, dari menjabuti rambut teman yang tak sadar, sampai mempletas kepala teman yang tertawanya paling keras. Hal ini, bagiku biasa, bahkan saat tpa akulah yang mengawali kejahilan paling ekstrim, “tumpuk undung”..menumpuk badan ke anak yang paling ngeyel dan di ikuti anak anak lainnya. Hehehe….akhir akhir ini mereka punya strategi licik untuk membalaskan kesakitannya saat “tumpuk undung”, dengan menjabuti bulu kakiku saat tumpuk undung. Akhirnya akulah yang menyerah karena sakit akibat bulu kaki terjabuti.

Mengapa hanya ada dua cara tersebut dalam mengkontrol mereka?

Aku sepenuhnya sadar, keberadaanku bagi mereka hanyalah sebuah pena diantara ratusan pena yang telah mencoret lembaran kertas diri mereka, maka dari itu, aku sepenuhnya sadar tak mungkin mampu mengubah goresan yang telah ada meskipun tak indah. Aku tak akan mampu mengubah lembaran lembaran yang telah tercoret dengan tidak indah dan belum sesuai dengan syariatNya (aku saja keteteran dalam menjalankan syariatNya, bahkan banyak menlanggarNya). Oleh karena itu, aku tak akan membandingkan mereka dengan anak anak lain seusianya di lingkungan yang berbeda.

Meskipun demikian aku punya keyakinan bahwa goresan goresan penaku akan memberikan kesan indah bagi mereka, dan semoga saja mampu memberikan goresan kehidupan indah di masa depan bahkan memberikan catatan dalam hati mereka, menggapai impian. Sekali lagi kukatakan, trust me!!It’s works!!.

Konflik pertama terjadi, tepatnya saat satu orang diantara mereka membeli 3 batang rokok. Saat aku mulai tahu, aku katakan pada si pembeli, aturan dirumahku, ikut aturanku, g mau ikut, g usah maen kerumahku…meskipun aku tidak tahu, nantinya dia merokok atau tidak, setidaknya aku telah membuat barier aturan. Dan ia berkata, oke!!
Dalam bus ke dua menuju brosot!! Mesin “dua tak” yang telah lama tidak terganti olie telah panas, jika hanya satu, mungkin masih bisa orang menahan mendengarnya, sayangnya ada 13 orang. Alhasil buz yang padat umpek umpekkan pun tetap berada di kekuasaan 13 motor bebek 2 tak.

20121221_102753

Banyak sekali kegilaan yang mereka lakukan, mulai dari mendubbing orang yang berada di tempat duduk paling depan  saat berbicara dengan sopir, gangguin mbk – mbk yang berdiri di depan mereka, sampai singsot gangguin mbk mbk cantik yang pakai pakaian semledot  saat naik kendaraan. Parahnya untuk kejahilan yang terakhir, di dukung juga oleh kenek angkot….!! Sampai sampai aku pun kena batunya, ditanya oleh ibu yang duduk di sebelahku. "Mas, niku adek adek e jenengan?". Jawabku, "iya ibu, adek adek TPA..!". Dengan mimik muka berubah ibu itu kecelekop," ya Allah mas, gene kuwi tpa, gurune ki piye le ngajari!!”

 

"Jedeng!!…saya gurunya ibu!!!,%_-1".!!"batinku.

***

Setelah satu jam, sampailah ke tempat tujuan, negeri para jenius lahir, brosot. Kami menginjakkan kaki tepat di depan apotekku. Aku ajak sebentar mereka ke apotekku dimana pada akhirnya melihat senjata pusaka ter onggok di belakang kamar mandi. Senjata pusaka ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam perjalanan mereka. Senjata itu dinamakan “seser, seser ikan nama panjangnya”.hehehe

Berjalan menyusuri tepi sungai yang  dangkal, membuat mereka tak tinggal diam melihat ikan ikan berseliweran ..saling menunjuk, dan menguluarkan pancing mereka, padahal belum waktunya mancing…mereka yang tak sabar akhirnya ingin "nyemplung" untuk gogoh ikan,. Untungnya, ada yang tidak sependapat sehingga peristiwa gogoh ikan tidak terjadi. Lebih tepatnya tidak terjadi secara dini.
Tibalah di rumah seorang jenius yang akan menjadi tempat persinggahan kami selama 2 hari 1 malam. Rumah jenius itu terletak diantara jalan dan sungai. Di depannya jalan, dan di belakangnya sungai ,meskipun pada kenyataannya rumah tersebut di bagian belakang juga di jadikan seperti rumah bagian depan, ada terasnya, ruang tamu setengah jadi, dan juga halaman seperti halaman depan (coz ini akan jadi tempat tinggal si jenius bersama istrinya kelak). Si jenius bernama andy eko wibowo, ya aku sendiri, hehehehe…

image
Masuklah anak anak ke dalam rumah dan sampailah mereka ke halaman belakang yang langsung tersambung sungai. Apa yang terjadi??? tanpa babibu, melihat ikan ikan berseliweran, seakan akan mengejek mereka untuk menangkap. Serempak mereka nyemplung dan menghiraukan pancing mereka. Seakan akan, mempertahankan harga diri yang telah di injak injak ikan berseliweran adalah wajib. satu persatu ikan tertangkap, satu persatu ikan terdedekap tangan mereka dan dientaskan. Tak lama kemudian, air sungai yang jernih, menjadi semrawur,mubal , keruh…seakan akan diamuk oleh ribuan orang. Tetap saja, para ikan tak mau harga dirinya jatuh. Tentunya mereka marah, tampat tinggalnya di osak-asek!! Mulailah mereka melawan…"aduh..aduh!!!aduh..aduh!!".hampir serentak beberapa dari anak anak kena patil ikan kething atau sering disebut cat fish!!beberapa diantaranya menertawakan, beberapa diantaranya menyeringai kesakitan..aku yang duduk diatas menunggui mereka, ikut menertawakan mereka. Meskipun demikian, mereka tak berhenti. Mereka tetap dalam keteguhannya untuk menangkap ikan sebanyak – banyaknya.

20121221_134347

 

Mereka mengarungi sungai semakin ke selatan, semakin keselatan. Entah siapa yang mengambil, aku melihat mereka telah membawa senjata pusaka milik apotek, sebuah seser..aku hanya geleng geleng saja tentang inisiatif liar mereka.

20121221_134342

Senjata itu seakan akan menjadi momok oleh para ikan, banyak ikan yang masuk ke dalam seser tersebut. Hingga pada saatnya, anak anak ini kena batunya, mungkin kualat akibat terlalu banyak menangkap ikan dengan senjata pusaka. Kejadian ini terjadi saat Mereka melihat ikan yang lumayan besar, seperti lele, mereka menjadi garang. Segera saja, si sandy mengambil inisiatif untuk mengatur strategi. “Hoi…kowe giring ke sini, kowe diam disitu siap tangkap yen iwak rene. Lan sing gowo seser siap siap maju nyetukke arah lele”. Lele itu terkepung, setengah gusar, dia hanya memiliki tempat berlindung di dekatnya, kumpulan sampah daun serta debok busuk. Saat hitungan ketiga dimulai, maka anak anak segera bergerak menuju lele dengan tangkas dan sigap. Ada yang sampai melompat seperti kiper menangkap bola, ada yang menangkupkan tangannya pas di tempat  lele, dan ada pula yang menggunakan senjata pusaka, menyelorok kearah lele tanpa melihat lagi arah lele bergerak, membabi buta bahkan sampai menyeser di seputaran sampah sampah tadi. Seteleh penggepungan dan penangkapan terjadi, maka mereka sepertinya membutuhkan jawaban akan sebuah hasil. Yang bermodalkan tangan, saling melirik kemudian bebarengan melihat Satria, Sang pembawa pusaka seser. Jika dalam film-film, pasti adegan ini akan di slow motion, karena pelan pelan Satria mengangkat sesernya…jedeng!!!tiba tiba semuanya berubah menjadi terpingkal pingkal dan lari menjauhi Satria, karena yang tertangkap di dalam seser bukanlah lele, melainkan kotoran manusia atau bahasa jawanya tai dimana bentuknya masih sempurna tanpa ada kerapuhan. Wkwkkwkwkwk….aku pun ikut tertawa dan mereka secara serentak tanpa ada yang komando bagaikan koor paduan suara profesional, tai………………anda berhasil!!!
mirip dengan iklan mie sedap yang baru, dimana ada wanita kantor yang sedang telepon mrnggunakan telepon kabel memaksakan ambil air minum dan ketika berhasil muncul boneka bentuk mie cepukan sambil joget joget lebai. Nah..kurang lebih anak anak juga joget joget sambil koor mirip paduan suara,  taiiiiiii, taiiiiiiii.

Akhirnya, seser yang ada tainya mereka tinggalkan!. Aku teriak-teriak nyuruh mereka untuk mengembalikan seser tersebut, tak ada yang peduli. Mereka lari balik menuju rumah yang kemudian makan dan mandi siap siap untuk sholat jum ‘ at. Akulah yang terpaksa mengopeni seser tersebut, tentunya dengan membuang tai terlebih dahulu dan mencucinya. Uasem……..

Telur dadar bikinan mereka lebih enak dari bikinan ku. Aku meminta mereka untuk menggorengkan lauk ku pula. hehehe…so cweet banget, mereka ternyata mau…

20121221_125540
***
Kumandang adzan sholat jum at telah terdengar merdu, sebagai pertanda sholat jum at sudah dimulai. Anak- anak telah siap dan segera bergegas, ada yang berceletuk, "wah..wis ra etuk onto ki!wis adzan e!!". Beberapa teman lain juga sambil berjalan mengiyakan. Tapi ada satu orang yang menyeletuk, "sek..sek…justru pahala kita lebih banyak dan tidak sekedar unta, lebih besar dari unta". Ingat dalil bahwa semua amalan itu tergantung dari niatnya? Maka dari itu, marilah kita niatkan bahwa kita telat sholat jum at karena niatnya sedekah memberikan onta ke orang yang datang awal, so pahala kita lebih besar dari onta!betul ra betul ra?"..semua pada ketawa dan menjitak anak yang nyeletuk seenaknya itu.

Masjid semakin dekat, suara pengkhotbah semakin keras. Kami berjalan memadati jalan yang sempit, seperti preman yang mau tawuran. sudah aku ingatkan, tapi seperti yang saya katakan tadi, semakin di ingatkan malah semakin menjadi.. “mungkin, ini masih di batas toleransi” batinku. Tanpa disadari, Posisiku paling depan seakan akan terlihat sebagai pemimpin gank. Sampailah di pintu gerbang masjid dimana dari masjid hanya berjarak kira kira 25 meter. Yang nampak aneh adalah, semua orang yang didalam masjid kemudian tiba – tiba melihat ke arah kami, dan pengkhotbsah untuk beberapa detik berhenti berkhotbah. Aku agak terkejut, namun anak anak tetap santai berjalan tanpa rasa salah. Setelah aku pikir, ada apa..ternyata bunyi gesekan sandal dengan tanah ketika mereka berjalan tidak diangkat menjadi penyebab semuanya. Bunyi sandal yang bergesekan dengan tanah menyebabkan kegaduhan diantara kekusukan para jamaah dalam masjid. Uasem…malunya aku ada di pihak yang bersalah dan tak mungkin aku mengingatkan mereka. Satu satunya jalan aku pilih, segera memisah dari kelompok agar tidak dikira kelompok ini dan masuk ke masjid kemudian pura pura berdzikir, tanpa sholat sunah terlebih dahulu. Bagaimana dengan anak anak? Mereka menuju tempat wudu dan menjadi lebih gaduh. Tak ada yang mengingatkan mereka, tak ada yang memarahi mereka, dan anak anak tak ada yang merasa bersalah. "mungkin peserta sholat jum’at sudah paham akan hadis nabi yang tidak boleh ramai atau mengingatkan orang ramai pada saat sholat jum’at.   Aku???merasa berdosa dan malu.

***

Sholat jum’at berakhir, kita berjalan menuju rumah. Kini kita melewati tanah lapang, sebut nama tanah lapang itu adalah lapangan kelampok. Benar saja, mereka tak mau begitu saja tinggal diam melihat hijaunya rumput tetangga, hehehe…mereka melihat ada dua anak sedang bermain voli. Bagaikan daerah kekuasaan, mereka mendatangi mereka dan memohon izin meminjam bola voli tersebut untuk bermain bola. Entah iklas atau tidak, anak yang sedang bermain voli memberikan bolanya dan ikut permainan. Aku?? Aku pun juga ikut, karena di ejek ejek mereka g bisa main bola, sedikit menurunkan harga diriku sebagai topscored kejuaraan farmasi di kampus (wkwkwk).

 

20121221_141826

20121221_142012

20121221_143001

Gila saja jika aku tidak bisa bermain bola, dan ternyata memang gila, karena aku tidak bisa bermain bola, satu kali lari menggiring bola aku udah payah, kelelahan. Fisik atlet yang selama 2 tahun tidak pernah lagi merasakan olah raga keras membuat hal itu terjadi. Saya sudah tak sehebat dulu. Salah satu cara untuk memenangkan mereka, agar mereka, pihak lawan tak membuat gol adalah dengan bermain curang. hehehe…saat ada lawan yang membawa bola, dan aku tak bisa merebutnya, maka yang aku lakukan adalah memegangin tubuhnya hingga tubuh kami berdua berjatuh. Jika dia mencoba berdiri, aku pegangi kakinya. heehehe..mereka ketawa sambil berteriak, “mas andy curang…curang!!pelanggaran!!”. Tidak aku hiraukan, namun teman – teman pihak lawan menghiraukan dan mendekatiku, hingga pada akhirnya mereka mengeluarkan senjata terakhir mereka. Satu diantara mereka berteriak, “tumpuk undung………!!”, akulah yang di tumpukan paling bawah!!! uasem….mereka menumpukiku dan ada yang sengaja mencabuti bulu kakiku. Bukan main sakitnya, aku hanya berteriak ampun – ampun….mereka tak memberi ampun padaku hingga pada akhirnya kami keletihan sendiri dan tertidur di lapangan rumput yang penuh dengan intil, "kotoran kambing”.

Letih, capai, dan kepayahan membuat kami semua menyudahi permainan bola ini. Kami menepi dari lapangan dan tersiksa kehausan. Kami butuh minum, namun tak ada minum. Hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Segar sekali nampaknya mandi siang dengan minuman es jeruk. Hal ini terwujud, karena sesampainya dirumah, Bunda telah membelikan kami es jeruk plus mangga. Mandi menjadikan pelunturan keringat kami dan di akhiri dengan sholat ashar.

Usai sholat ashar, Mereka melihat di depan rumahku terdapat warnet dan rental PS menjadikan mereka lupa kalo ini ada dirumahku. Tiga belas anak seakan akan sirna. Menyebar diantara warnet dan PS. Aku? Kebingungan mencari mereka dan meminta mereka untuk di rumah saja. Sebagian berhasil, sebagian tidak. Tapi, beberapa saat kemudian, Ardi memahamkan ke mereka, bahwa sekarang mereka itu bermain di rumahnya mas andy, jangan sampai membuat mas andy tersinggung, kok malah main di warnet dan PS, bukannya nek itu bisa di jogja.

Luar biasa karisma pemimpin seorang Ardi. Mereka menurut dan pulang. Meskipun setelah satu jam. Kami menghabiskan waktu sorean untuk apa saja? maen catur, maen remi, dan FB an pakai laptop rumah. (sama saja!!!hahaha, setidaknya dirumahku).

 

20121221_195639

Malamnya setelah sholat isya yang seru. Sebenarnya kita berencana untuk membakar jagung. Namun acara ini gagal, karena seseorean tidak mendapatkan tempat membeli jagung di brosot. Akhirnya aku harus menuruti permainan mereka, bermain kartu (aku gagal ya, mengarahkan mereka ke permainan yang sholeh). Bahkan di permainan kartu ini, yang kalah harus mendapatkan coretan di wajah menggunakan spidol. Penuh dengan ambisius aku ingin memnangkan permainan ini. Begitu pula, anak – anak yang lain, ambisius ingin mencoret wajahku. Ketika aku menang, aku lah orang yang paling semena – mena mencoret wajah anak yang kalah, ku bikin bregos, ku bikin janggut, ku bikin linkaran dimata, bahkan di hitung aku hitamkan semua. Hahahaha….saking semena – mena, maka para barisan sakit hati mulai membentuk koalisi untuk menghancurkan perbuatan semena – menaku. Mereka berkomplot untuk mengalahkan aku. Sialnya, koalisi mereka berhasil. Ketika aku kalah dan berusaha melarikan diri, mereka lebih sigap, beramai ramai memegang tangan dan kakiku, serta kepalaku agar tidak bergerak, dan satu – satu dari mereka mulai mencoret mukaku. Uasem….kompak sekali mereka jika mencoretku. Mereka belum puas, di akhir kekalahanku, mereka membuka isi spidol dan mencoretkan semuanya kewajahku. Uasem….uasem….jahatnya mereka. Sesuai perjanjian, wajah tidak boleh di bersihkan sebelum tidur.  Si Inu yang telah tertidur pun menjadi korban coretan mereka dan juga aku, hehehe..

20121221_205905

20121221_205947

“Hanya bilik bambu yang aku miliki, dengan sedikit tikar terhampar di lantai. Meskipun hanya demikian, mereka menerimaku, untuk tidur bersamaku , menikmati malam ini. Mencintaiku layaknya kakak, bermain bersamaku layaknya kawan”

Ada scene yang amat menyentuh ku saat bermain catur menjelang tidur. Barno, disampingku dan merangkulku menempelkan dagunya di pundakku layaknya seorang adik bersama kakaknya. Memberi tahuku untuk mengawasi gerak gerak lawan bermainku. Sungguh, saat itu, hatiku deg, agak sedikit tersentuh, merasakan rasa sebuah kehangatan dan kemanjaan seorang barno.

 20121222_035936

20121222_035940

***

Satu malam telah memberikan kehangatan bagi kami, memberikan satu rasa yang tidak pernah akan terlupakan dalam hati ku dan hati mereka. Sebuah cinta yang membuatku mengatakan bahwa aku mencintai kalian. Ada suatu keindahan lain saat mereka terbangun. Aku membayangkan, kejadian setiap outbond akan terulang disini, yakni susah di bangunkan untuk sholat subuh. But…, disini tidak terjadi. Dengan lembut aku membangunkan mereka, dan mereka sangat mudah bangun dan segera mengambil air wudhu. Galih, yang sebenarnya paling susah pun, aku bangunkan dengan klitikan, dia pura – pura masih tidur namun tersenyum, lucu sekali ini anak. Dia ambil wudhu dan kembali, tidur, hehehe…namun setelah semua wudhu dia juga terbangun dan ikut dalam barisan sholat jama’ah.

***

usai sholat subuh, kita sudah merencanakan untuk jalan – jalan, dan aku akan membawanya jalan – jalan di jembatan sungai progo dan bendungan sungai progo. Kami berjalan dan tentu saja dengan mesin dua tak yang mengguncang kesunyiaan desa di waktu subuh.

20121222_042446

langkah demi langkah membawa kami ke jembatan progo yang telah lama tak terpakai karena di tengah – tengahnya amblas hampir terputus. Sesampainya disana, keindahan pagi muncul. Cahaya keemasan muncul di ujung timur, tanda sang raja siang mulai menjalankan dzikirnya dalam bersujud kepada sang pencipta. scene scene keindahan tersebut sempat aku abadikan dalam sebuah foto indah meskipun menggunakan kamera handphone.

20121222_04493520121222_04494920121222_04501220121222_05000920121222_04555120121222_04563620121222_04572420121222_04580620121222_045854

Foto – foto mereka akan nampak abadi jika aku abadikan di blog ini. Sekumpulan anak anak yang segera menuju remaja.

20121222_045724

20121222_050220

 

20121222_051649

 

20121222_051913

 

 

20121222_051936

 

20121222_052123

 

Usai menjelajah jembatan, kami menuju bendungan atau apa ya namanya, aku juga kurang paham. Di sana, mereka bersantai menikmati suara gemericik air dan juga berceloteh serta berfoto ria. Aku disini merasakan bahwa seperti inilah menikmati kesuksesan, menikmati bersama mereka, bersantai – santai. nikmat sekali, dan rilexs.

 

20121222_053734

20121222_054235

20121222_054409

20121222_054620

20121222_055329

menikmati gemericik air sesungguhnya tak membuat kami bosan. Jika tidak teringat rencana kami pagi ini untuk memancing di sungai yang agak jauh dari kediamanku, maka enggan kami kembali kerumah.

Persiapan yang cukup, dan selesainya men service alat pancing masing – masing memberikan jawaban bahwa kami telah siap untuk berangkat memancing di alam yang masih nature. Kami pergi, memancing dan berbahagia.

20121222_094053

20121222_094104

20121222_094210

 

20121222_101620

 

Ada kejadian yang bikin aku tertawa terpingkal – pingkal. Sebenarnya kejadian ini sangat tidak aku sukai, tapi respon yang diberikan Rezki yang membuatku terpingkal pingkal. Rezki menyiksa kepiting yang didapat setelah didapatkan dari hasil pancing. Aku yang tidak suka segera menjewernya dan membuang kepiting itu kembali ke sungai. Dia kemudian respon nyengir dan bilang ampun menambahi kata – kata, “aku kan membantu dia lebih cepat masuk surga mas, dengan tak siksa dan mati, maka dia akan segera masuk surga. Nek mau masuk surga harus mati dulu mas, makanya aku membantunya!!”, uasem….anak ini, siapa to yo guru ngajinya!!!….

 

Ada kalanya mereka menjengkelkan, tapi ada kalanya mereka memberikan aku sejuta tawa.

Ada kalanya mereka nakal, tapi ada waktunya mereka membuat hatiku tersentuh dan ingin mengatakan, “aku bangga dengan kalian!!”

jangan terus berhenti untuk menjadi anak – anak yang luar biasa…karena aku yakin kalian bisa. Tantanglah dunia, tinjulah congkaknya alam ini.

***

Mereka menguasai dunianya, dan juga busnya. Dalam perjalanan pulang, mereka tertidur lelap dan mungkin mengendapkan perjalanan dua hari satu malam ini di benak mereka untuk di jadikan kenangan indah mereka di waktu dewasa. Mereka akan selalu mengingat, ada seorang kakak yang pernah mengajak mereka bermain seperti teman mereka semua, dan kakak ini akan mengajari mereka ngaji hingga al – qur’an sebelum mengajari mereka hal – hal baik lainnya.

20121222_13460020121222_13452620121222_13453920121222_134545

Aku sayang sekali dengan kalian. Untuk 12 sekawan ledok timoho, Ardi, Barno, Rudi, Inu, Sandy, Galih, Topa, satria, Rezki, susilo, arief, dan Acil.

cerita ini aku persembahkan untuk kawan – kawan KOPI, Para militan telah memberikan hal indah untuk adik adik ini dan kita diharapkan untuk menjadikan mereka sebagai anggota KOPI seperti komitmen kita dahulu. Agar mereka ikut peduli dengan dunia ini, dengan indonesia ini.

Kita masih ada kawan…Roh kita masih ada di sana, untuk berbuat kebaikan.!!!!

 

Yogyakarta, Kutulis perjalanan ini menggunakan handphone dari tanggal 21 desember 2012 dan kuselesaikan pada tanggal 25 desember 2012.

Andy Eko Wibowo.

2 Comments on perjalanan kita!!! di desa tempat para jenius berada

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*