Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Lelaki salah jalan (maaratus sholihah story) – Andy eko wibowo

Lelaki salah jalan (maaratus sholihah story)

Lelaki itu sepanjang awal perjalanan hidupnya terdogma bahwa untuk mempersiapkan sebuah kehidupan penuh cinta dengan seorang bidadarinya,haruslah memilih dengan tepat dan berhati hati dalam menentukan. Harus mengenal sebelum memutuskan untuk menikahinya. Harus tahu sifat sifat sebelum mengawininya.harus tahu gerak geriknya sebelum hidup bersama.Harus tahu apakah dia mencintainya,seberapa besar cintanya,seberapa panjang jalan cintanya,dan seberapa hebat pembuktian cintanya.

Lelaki itu pun percaya bahwa bidadari yang menjadi pendamping hidupnya harus mengetahui usahanya untuk mencapai kesuksesan,melihat kerjakerasnya untuk berbagai hal dalam pencapaiannya. Sebisa mungkin telah memotivasi ketika payah keringat peluh linangan air mata menghampirinya.Itulah hal terindah yang menjadi konsep seperti apa wanita terlayak untuk menjadi pendamping kehidupan nya.Lelaki itu tumbuh,dibesarkan dengan cinta yang lengkap dari orang tuanya.Lelaki itu tumbuh menjadi seorang pria tegap penuh semangat,dan penuh cinta.

Sebuah kisah cinta orang tuanya menemani prinsip kehidupannya. Menjadi legenda alam bawah sadarnya mengenai sebuah cinta yang sempurna. Sambil bertanya tanya dalam hatinya, mungkinkah aku mampu mendapatkan cinta yang sesempurna itu,sesempurna cerita bapak ibunya. Lelaki itu membayangkan bagaimana dulu bapaknya berjuang mendapatkan cinta ibunya, harus berhadapan dgn orang yang telah di jodohkan sejak lama. Bapaknya, yang kala itu masih merajut cinta dengan ibunya,memperjuangkan cinta untuk mendapatkan pujaannya.
***
Dari cerita itulah,lelaki itu terdogma bahwa untuk mendapatkan cinta dengan kehidupan bidadarinya,harus dimulai dari mengenal wanita yang akan di jadikan istrinya lebih dalam,lebih terperinci,tahu luar dalamnya,dan tau baik buruknya,dan berjuang bersama dalam jalan yang penuh lika liku untuk mencapai kesuksesan.

Hingga di perjalanan kehidupannya,lelaki itu mulai tertarik dengan seorang wanita,dicobanya mengenal wanita itu secara terperinci. Semakin mengenalnya,semakin ia melihat akan segala kekurangan yang dimiliki oleh wanita itu. Ia mulai enggan dan tak memiliki rasa tertarik terhadap wanita itu.  Lelaki itu pergi,meninggalkan wanita yang banyak kekurangannya itu. Meninggalkan luka, luka yang membekas dalam diri wanita itu.

Layaknya seorang lelaki biasa,yang tertarik dengan wanita cantik. Dia pun demikian, mncoba lagi untuk menemukan cinta. Dia mulai kembali merajut benang benang asmara,memetik dawai dawai cinta. Asmara membuncah,masalah datang menyapa. Masalah teratasi, rasa cinta terpupuk lagi. Masalah datang lagi, kali ini mampu dihadapi. Dawai dawai ketertarikan mulai tipis, hingga akhirnya sekali petik,putuslah cinta, bersamaan dengan waktu yang menjawab bahwa kecantikan wanita itu tak mampu lagi menarik perhatiannya. Lelaki itu berhenti, berhenti untuk mencinta. Satu,dua, tiga, empat, hingga enam tahun ia mengunci pintu hatinya,tak membiarkan wanita manapun yang masuk ke dalam kehidupannya. Hingga dewasalah yang mengeja dia untuk takluk pada wanita, bukan karena cinta, melainkan birahi.
Wanita yang ia pilih,tak berdasarkan kelembutan sifatnya, melainkan kemulusan kulitnya. Wanita yang ia dekati tidak berdasarkan kecerdasannya, tetapi karena lekuk tubuhnya. Ia pun tak mampu menjelaskan, naluri tubuhnya yang mendorongnya. Ia pun tak pernah membenarkan tindakannya, namun tetap saja tak mampu mengelak raganya. Untung saja, ia menemukan pola dasar kehidupan yang di ajarkan kedua orang tuanya,kisah cinta indah berdasarkan hati,bukan birahi… Lelaki itu kembali sendiri, pergi dari kehidupan yang penuh gelora membara.

Lelaki itu merenungi…jalan seperti apa yang harus ia lalui agar mendapatkan wanita yang diharapkannya?
Tak mungkin!!! Dia tak percaya akan kisah cerita fahri dalam ayat ayat cinta. Hanya bualan orang sholeh sok suci sebagai lelaki yang tak mungkin pernah ada di dunia ini. Lelaki itupun tak percaya dengan cerita “ketika cinta bertasbih”. Bagaimana mungkin, seorang lelaki bisa menikah dengan seorang wanita yang tidak dikenalnya sama sekali…mana ada cerita seperti itu. Hanya omong kosong dongeng yang di buat-buat saja. Bagaimana mungkin,lelaki dalam cerita itu bisa menjalani kehidupan dengan wanita yang baru dikenalnya. Kapan bisa kompak menghadapi semua masalah yang akan di hadapi ketika mengarungi bahtera keluarga? Bagaimana mungkin, bisa mencintai orang yang hanya dikenalnya beberapa saat? Bagaimana bisa,wanita dan lelaki yang menikah dengan cara itu bisa hidup bahagia? Belum lagi, jika salah seorang diantara mereka memiliki kekurangan yang tidak bisa diterima oleh satu pihak lainnya dan baru diketahui setelah menikah? Apa tidak akan menjadikan penyesalan seumur hidup? Terlebih – lebih,jika kekurangan itu menjadikan satu pihak rugi? Sungguh sistem yang tak masuk akal jika di dunia ini ada pernikahan macam cerita tersebut.

Lelaki itu diam…..menutup pintu cintanya, dan mencoba untuk menahan birahinya, agar tak masuk kedalam dunia yang kata orang – orang nikmat tapi berdosa, zina. Meskipun sulit, dia mencoba untuk bertahan!!

***
Dalam dekapan waktu, nasib hanya bisa ditentukan oleh lemparan dadu dari genggaman tangan Tuhan. Kemana pola pikir seseorang, hanyalah mudah di bolak balikkan sekejab dalam tataran waktu dunia. Begitu pula pola pikir lelaki ini, lelaki ini di belalakan dengan melotot oleh Tuhan,tentang tatacara mencintai wanita.

***

Runtuhlah segala dogma yang di peliharanya sejak kecil. Runtuhlah segala keharusan yang di jadikan acuan standar wanita yang akan mendampingi hidupnya. Runtuhlah dinding dinding logika mengenai cerita – cerita yang tertulis dalam novel novel yang dianggapnya sebuah bualan omong kosong. Matanya terbuka,hatinya leluasa, dan jiwanya tenang terisi oleh keindahan kata kata yang terbungkus dalam balutan syair syair nan indah milik Tuhan. Di rangkum menjadi sebuah rangkaian kata singkat,namun sangat berkenan di hati setiap manusia yang terbuka dan terbebas dari nafsu.

“Wanita yang tepat mendampingiku itu, haruslah didapatkan dengan cara yang benar”

“Benar menurut siapa? Kau pasti tahu ?karena kebenaran hanya dimiliki olehNya” apakah ada tata cara yang benar itu di dunia itu??

Bertanyalah kepada orang yang lebih berilmu maka akan ada jalan kebenaran yang diikuti oleh logika…

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*