Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Memahami Rotasi Kehidupan agar hidup tetap dengan sebuah passion – Andy eko wibowo

Memahami Rotasi Kehidupan agar hidup tetap dengan sebuah passion

Dear kawan….

“Le…..setelah lulus kuliah langsung kerja saja ya, lanjut sekolahnya nanti saja!!!”

begitulah segelintir kalimat inti yang dapat aku baca dari blog sahabat.

Kini aku merasakannya…..dan ternyata, muantep oi…jika kita bisa sekolah sambil kerja!!!

 

hidup sesuai dengan passion kita itu sangat penting, Itulah yang membuat kehidupan kita selalui di penuhi dengan gairah sehingga hidup kita berkualitas. namun, hidup sesuai passion kita dan orang tua menjadi hal yang sangat enjoy, karena inilah yang membuat kehidupan kita di warnai dengan gairah serta doa restu orang tercinta.

 

bagaimana jika hidup sesuai passion kita dan orang tua, ditambah lagi  menanti hadirnya sesosok calon istri yang sama dengan passion kita dan orang tua???

ajib ajib ajib….hehehe…..(bercanda!!!)

 

but….kali ini aku tidak akan bercerita ini kawan……kali ini aku akan mengeluh, mengeluh tentang sebuah realita yang ada setelah kehidupan paska kuliah, tepatnya saat aku melanjutkan studi pascasarjana.

 

kawan………

sungguh….hal yang sangat membahagiakan adalah ketika kita menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain secara total. Akan muncul sebuah kepuasan sendiri dalam hati ini.

Itulah kebahagian yang aku rasakan selama 1 tahun lebih- yang lalu-. Petualanganku mampu membuat diri ini berkembang sedemikian jauhnya. Menjadikan sebuah konsep diri mengenai sebuah idealnya kehidupan yang akan aku jalani nanti. Mengabdi untuk negeri dengan berbagi, apapun yang aku miliki kepada setiap orang yang membutuhkan baik ilmu maupun materi. Berkali kali aku menemukan kebahagian yang luar biasa, kesempurnaan kehidupan yang belum pernah aku ukur dengan parameter parameter ilmiah. Terkadang, sampai juga dalam hal – hal yang dekat dengan sisi spritual, yang tak mampu di terjemahkan dengan logika matematika, kepuasan batin. lelah nafasku, pegel urat – uratku, dan habisny waktu  dalam hidupku  tak membuatku jenuh, ini mampu memproduksi hal yang tak ternilai harganya, yang disebut rasa puas berbagi dan mengabdi.

 

hingga pada akhirnya….

sebuah kehidupan pasti akan berotasi, bergerak, dan tidak akan masuk saja dalam zona nyaman. It’s life!!

pergerakan waktu itu menuntut sebuah kata dalam deretan kamus kehidupan yang harus dilakukan oleh setiap manusia, apalagi bagi sosok tubuh yang disebut Pria!!!, ya…..kata itu adalah kemandirian!!!.

 

Pada rotasi kehidupan kali ini, sudah tiba saatnya aku untuk menggenggam kata tersebut, membuktikan pada kedua orang tuaku mengenai anak bujangnya ini, yang telah dewasa dan telah berani menantang dunia untuk berbuat lebih, berbuat lebih demi kebaikan.

Aku kemasi kata kemandirian tersebut dalam bingkai sebuah penghasilan materi, dimana dalam islam merupakan suatu kewajiban, suatu pekerjaan. Pekerjaan yang mampu membuat diri kita berdiri gagah didepan kedua orang tua, agar orang tua mampu membanggakan puteranya. Pekerjaan yang membuat diri kita mampu mencium punggung tangan orang tua sambil pamit berkata, “kerja riyen geh bund!!! kerja riyen geh pak!!!”, berlari penuh semangat menuju tempat terbaik kebanggaan untuk menghindari kata “pengangguran, lelaki tak berguna!!!”. Pekerjaan yang membuat tiap bulannya menitipkan gajinya kepada ibu untuk di atur agar tidak habis mubadzir dan tidak digunakan untuk “neko-neko!!”. Pekerjaan yang menampakkan kegagahan kepada para orang tua yang berusaha menjodohkan puterinya ke aku (heheehe). Begitu bangganya kawan, rotasi kehidupan kali ini….

namun di sisi lain, rotasi kehidupan ini berada dalam keseimbangan. Setiap waktu yang aku keluarkan untuk membawa bingkai jati diri seorang pria, maka ada waktu lain yang hilang untuk menunjukkan bingkai bahwa aku seorang pengabdi untuk negeri. banyak sahabatku yang mengatakan hal ini tidak perlu dipertentangkan. Banyak orang yang mengatakan hal ini tidak perlu di jadikan sebuah antonim. Namun pada kenyataannya, aku di pergulatkan dengan sebuah realita yang menurunkan implementasi idealisme sebagai seorang pengabdi. berbagai tuntutan dimana kewajibanku untuk menyelesaikan studi pascasarjana sangat menyitaku untuk menjadi seorang pengabdi untuk negeri.

Di sini….belum 10 tahun aku menulis “Catatan idealisme gadjah mada di Bandung, agar aku malu dihari tua”,  aku telah malu!!!aku telah malu dengan apa yang aku tulis! aku hanya pembuat tulisan yang penuh dengan bualan dan tak mampu mengimpelementasikan sisi sisi idealismeku dalam tulisan. Aku malu….padaMu!!!aku malu, padamu….negeri Indonesia.

 

 

ingatkan aku….

aku tak putus asa…..

aku hanya menunda…..menunda beberapa hal untuk menjadi hidup yang lebih layak. Semoga saja, penundaan ini tak berujung dengan kata lupa. dan tulisan inilah untuk mengingatkan, bahwa mengabdi untuk negeri adalah tujuan hidup………

 

 

 

 

bekerja sesuai passion kita =enjoy

lebih enjoy jika hidup sesuai passion kita = bahagia

lebih bahagia jika menjalani kehidupan sesuai passion kita dan orang tua = surga

lebih nikmat jika hidup bersama dengan orang yang sepassion dengan kita = mantap!!!!

mendidik, meneliti, dan mengabdi!!! my passion!! You???

 

Yogyakarta, 30 April 2012

 

 

Andy Eko Wibowo., S.farm., Apt.

2 Comments on Memahami Rotasi Kehidupan agar hidup tetap dengan sebuah passion

  1. BETULL GAN…ENAK ANGET LAW PEKERJAAN KITA SESUAI DNGAN GAYA KITA…CUMAN AKU MASIH BINGUNG DNGAN GAYA YG AKU MILIKI……..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*