Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Pengetahuan dan Sumber Pengetahuan (Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA.,Apt)-Filsafat Ilmu Pertemuan V – Andy eko wibowo

Pengetahuan dan Sumber Pengetahuan (Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA.,Apt)-Filsafat Ilmu Pertemuan V

    Bagaimana kita sebagai ilmuwan, tentunya tidak lepas dari persoalan- persoalan penalaran dan logika. Harus tahu bagaimana menalar dan apa itu logika..khususnya kita harus mengetahui logika penalaraan sebagai dasar aktifitas kegiatan di bidang ilmiah.

    ***

    Klo begitu manusia harus melalui bentuk berpikir , menalar..bagaimana posisi penalaran dan logika kita, seperti yagn dialami nabi adam didalam menyelesaikan masalah.

    Klo ditanya, suruh pilih mana, hidup ada masalah atau tidak ada masalah?

    ***

    Masalah apa yang kita hadapi, adalah sesuautu yang

    ***

    Untuk menyelesaikan masalah, bisa saja ada sesuatu persolaan terjadi percecocokan, gampang, kita pukuli ktia bunuh selesai..apakah itu penyelesain bagus, benar??patut dipertanyaakan…

    Lulus S2, kita kuliah- kuliah, nanti ada ujian, kita kerjsa samaa/?apaakah itu penyeelsaiannya? Didalam penyeelsaian masalah, kita harus berpaling pada pengetahuan..jadi dengan membuat thesis kita harus menyeelesaikan secara ilmiah

    ***

    Berbicara soal pengetahuan, binatang punya pengetahaun, bedanya, binatang punya pengetahuan sebatas survival menyeleamatkan kehdiuapan anak cucunya…kera tahu buah jambu yang enak, tapi mereka tidak simpan dulu, nanti di jual ke pasar.pengetahuan terbtas untuk sruvival..seorang tikus tahu mana kucing yang ganas

    Tetapai manusia berpengathauan mampu menalar, berpikir , logika, untuk mengembangkan pengetahuannya atau dengan kata lain, membudayakan apa yang telah dikembangakn kebudayaannya..manusia mampu menalar, mengembangkan pengetahuannya dengan logikanya..

    clip_image001

    Dikatakan bahwa manusia memang bisa mengembangkan pengetahuan karena ada dua hal, karena

    1. manusia bisa mempunyai bahasa, untuk komunikasi, oleh karena itulah klo kita selesai mendapatkan suatu ilmu agar ilmu yang ada bisa dikembangkan untuk masalah yang ada, untuk mengkomunikasikan ke orang lain, maka kita harus tulis dalam bentuk bagus, ada aturannya, gunanya untuk mengkomunikasinya informasi yang diperoleh kepada orang lain yang berikutnya agar berkembang – berkembang menjadi informasi yagn lain.Oleh karena itu, klo kita buat thesis, karena tujuan kita memberikan informasi dengan kalimat yang jelas, agar tujuan kita mengkomunikasikan dengan orang lain bisa tercapai.

    Tak ada seekor anjuingpun yagn berkata pada temannya bahwa ayahgnya iskin tetapi jujur, tak ada seorang anjingpun yang secara sadar tukar menukar tulang denga temannya.

    2. manusia mampu menalar

    Penalaran merupakan kemampuan berpikir menurut alur kerang ka tertenu. Kita punya alat otak, ada suatu persoalan kita pikirkan, klo itu berupa masalah bagaimana menyelesaikan masalah itu, kita berpikir. Dari satu pikiran,, beralih kepikiran lain, lalu dirangkaikan untuk menyelesaikan masalah. Pikiran – pikiran yang dirangkaian itu adalah yang disebut penalaran. Klo kita harus menyelesaikan msalaah dengan berpikir sampai suatu penalaran, mestinya menurut logika yang jelas, oleh kerena itu bagaimana kita menyeleasaikan tehesis, kita cari judul, referensi, susun hipotesis, variabel, dan seterusnya begitu………..dan ini adalah bagaimana kerangka itu kita susun dengan baik atau tidak, itu tergantung potensi manusia dalam berpikir.

    Instink atau intuisi,

    Apakah termasuk penalaran?

    Berbeda dengan penalaran, instink klo kita berbicara ini, ini merupakan alur berpikir dengan pola tertentu yang bukan pola berpikir penalaran, terkadangn instink binatang umumnya lebih tinggi dibanding manusia.

    Darimana suber datangnya pengetahuan manusia itu ???

    Sebenernya klo kita bicara sumber pengatahuan itu data ada berbapa macam :

    1. Penalaran
    1. Perasaan. Kita merasakan sesuatu, pelukis, untuk mewujudkan ekspresi
    1. Intuisi/instink, sumber pengathuan, tetapi bukan penalaran
    1. Wahyu, bersifat pemberian..

    Klo pengetahuan yang berasal dari penalaran, perasaan , instink manusia, itu bisa dikembangkan dari hasil aktifitas manusia, lama kelamaan terjadi dinamika sebagai hasil aktif manusia, tetapi sumber yang terakhir, yakni wahyu adalah bersifat pemberian, yang diberi wahyu tidak sembarang orang.

    Dengan demikian bisa membedakan apakah dalam hal ini kita menggunakan penalaran atau yang lain

    clip_image002

    Penalaran–rangkaian berpikir secara teratur ,secara terkonsep, secara sistematis sampai mendapatkan pengetahuan

    Tetapi klo perasaan, yang digunakan hatinya, antara penaralan dan perasaan berbeda, tetapi buah dari perasaan bisa mendapatkan pengetahuan

    Oleh karean itu kalo berpikir satu sekali saja atau suatu unik satu bagian saja, tetapi klo penalaran ada rangkaian berpikir, sehingga penalaran adalah kegiatan berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam nememukan kebenaran.

    Masalahnya adalah, bahwa kita itu perlu berpikir, perlu menalar untuk menyelesaiakn masalah sehingga menemukan kebenaran, Padahal kebenaran itu, orang lain bisa mengatakatan benar, ada yang mengatakan tidak benar..

    clip_image003

    Ciri penalaran lain adalah :

  • Adanya suatu pola berpikir yang luas yang disebut logika,

tiap bentuk penalaran mempunyai logikanya sendiri..

contoh yang gampang, klo kita punya 1 dos rokok, ditujukan kepada sejawat medis, dokter berkomentar didalam kotak ini ada rokok yang megnandung tembakau ada kandungan nikotin, klo dibakar dihidsap dalam jumlah kecil merangsang otak,tapi kebyakaan bisa paralisis…dansfnsafjdslfkesimpulannya apa jangan merokok. Coba sekraang, barang sama, pedagang rokok. Barang yagn luar biasa sekali. Ini klo dirokok, nikmat, dan itu ternyata sangat berguna, justru dengan berdagang yagn bermanfaat anak saya lulus…kesimpulan ini barang berguna…lgoika yang digunakan beredba…

Penalaran adalah proses berfikir yang logis (menrutu pola/logika tetentu),

Suatu kegiatan bisa dikatan logid dari suatu logika tetetetnu dan tidak logis ditinjau dari lgika lain..contoh lain gelas ada air dikasih gula. Kemudian gelas diberikan seorang faramsi..air , manis. Ini air, didalam ada gula yang bsia larut karena kelaratuasn sekian gram, mestinya taadi kruang dari sekian gram, setelah itu ddialam gelas ada dispersi molekuler itu rumusnya seperti ini…..klo hal ini diterangkan masyarakat awam, pasti dianggap orang gila., klo tukang becak, ini air, manis, …….

Belum lagi, ketika kita berpikir, kenapa sih klo didalam agama, klo kita mau minum harus berdoa dulu???apakah itu harus di pikir secara logika??fakta kenyataan, kristal brbeda, menunjukkan sesungguhnya pasti ada logikanya, Cuma logikanya lain, sebenernya tidak ada sesuatu yang aneh..

Suatu kegiatan bisa dikatakan logis dari suatu logika tertentu dan tidak logis ditinjau dari logika lain.

  • Adanya sifat analitis dari proses berpikirnya,

Penalaraan ilmiah merupakan kegiatan analisis yang emnggunakan logika ilmiah, klo kita menyelesaiakn tehesis harus sesuai dengan logika ilmiah, dalam arti sesuai dengan bidang yagn ktia kerjakan dalam peneltiiant ersebut, makanya kenapa kita harus di iuji oleh penguji penguji yagn sesuai dengan bdiangnya,, agar analisis yang kita tulis dapat diterjemahkan secara logika ilmiah, bayangkan saja, klo yang nguji dosen sejarah.

Analisis adalah kegiatan berfiikik berdasarkan langkah – langkah tertentu

clip_image004

Sehingga penalran adalah proses berfikir yagn logis dan analitis…karena apa??fakta kenyataan tidak setiap kegiatan berpikir bersfiat logis dana nalitis. Aritnya ada cara yagn berikir yang tidak , ada logis dan tidak analitit, misal ada , intuisi, ini tidak merupakan hasil peneltiitan

Kadang kita tidak semata – mata penalaran dalam melakukan penelitian, itu bisa juga instink yang tiba tiba muncul, misal senyawa A dan senyawa B, membuat nano partikel, TPP dan chitosan, secara logika muncul koloid yagn baru, tapi kok gagal, akhirnya kita tidak bisa menggunakan penalran yang ada, tiba – tiba e………..ada binatangbintang tikus, cur, kencing masuk. Lho kok muncul…oh..berarti kurang suasana asamnya….

Perasaaan penarikan kesimpulan yang tidak berdaasarakan pada penalaran…

clip_image005

Intuisi dan penalaran didapat sebagai usaha aktif manusia. Wahyu diperoleh sebagai pemberianndari Tuhan.

Didalam wahyu dan intuisi mencakup materi pengetahuan dan sumber pengetahuan yagn benar…

Tetapi tetetap materi yagn ada, yang keluar atau sumber pengetahuan adalah benar.

  • Bukan berarti wahyu itu menipu, instink asal yang benar bukan mengada – ada instiknya, pasti sesuatu yang benar

Dalam sumber penalaran belum mencakup materi dan sumber pengetahuan.

  • Sumber pengetahuan d ari penalaran adalah rasio dan fakta…
  • Rasio disebut rasionalisme, sedangkanan berdasarkan data – data yagn ada (fakta) disebut empirisme…

Lalu bagaimana dengan penalaran ilmiah??

clip_image006

Klo penaralarn secara ilmiah itu ada dua, deduktif, dan penaran secara induktif, dengan pendekatan logika yang ilmiah harus menggunakan penalaran gabungan, deduktif dan idnuktif…

Penarlaan deduktif terkai dengan rasionalisem

Penalaran induktif dengan empirisme

Penarikan kesimpulan dianggap valid bila dikeluarkan dengan cara tertentu yang disebut logika, macamnya logika induktif, dan logika deduktif…

Dalam melakukan rencana peneltiain kita harus menggunakan logika induktif disatu sisi, dan menggunakan logika deduktif di sisi yang lain..

logika indukitf berdasarkan apa yang diketahui, dari kesimpulan yang besifat individu kemudian disimpulan menjadi kesimpulan yang bersifamenyeluruh.

Theiss gimana kualitasnya? Beres, pak fudoli menggunakan induktif, bahwa kelas ini yang berkualifiede, mengambil kesimpulan yang kahsus individu, dulu Ipnya berapa, 4.0. tanya yang lain, dulu pada waktu kuliah ada persoalan simpel simpel saja, Cuma 4.0. dari jumlah kelas, yang jumlah 40, ternyata iP 4.0 semua,, oleh karean itu dari kasus yagn bersifat khsusu saya menarik kesimpulan yang bersifat umum

Logika deduktif penarikan kesimpulan dari kasus umum menjadi kasus yang besrfisafa spesial…

Dipasar, secara umum dipasar magga manis, ditempat satu tenggok pasti manis..dicoba manis, manis, manis, ternayta semua manis, berarti betul bahwa mangga manis..

clip_image007

clip_image008

Induksi , berfikir dari khusus ke umum…klo didalam peneltiian sampel sampel bersifat khussh, lalu digenerasilasi, berarti kita dari khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Cara ini, disebut pula cara berfifik sintesis..karena ktia mensistensis dari sifatnya individu untuk megnambil kesimpulan yagn bersfiat umum. Mensintesa dari satu data data untuk disentiss menjadi bersifat umum.

Ada dua kuntungan, yaitu pernyataan itu bersifat umum dan bersfiat ekonomis.

Dimungkinkan proses penalaran berikutnya baik secara induktif maupun deduktif..

Deduksi, merupakan cara berfidi dari umum kek kuhuss.

Disebut analitis, karena kita menganalisis dari yang umum ke kehusus…Pola pikir atau secara silogisme, itu terdiiri dari : primise mayor, primes mayor…semua makhluk pynya mata, si fulan adalah seoran gmakulu..si fulan mempynya mata, Cuma kesimpuan iti bear klo prmis mayor benar, dan prims minaor benar, maka kebasahan pengambilan kesimpulan…

Matematika dalah pengetahuan ygnad isususns secara deduktif…

clip_image009

padahal yang tadi dikatakan klo kita ingin menyeleasaiak sesuatu secara ilmiah, dengan penalaran ilmiah, dan logika ilmiah harus mencakup dengan logika deduktit dan induktif, atau di sebut cara berfikir secara reflektif….

Pola berpikir secara ilmiah itu gabungan dua – duanya, pola berpikir itu adalah gabungan natara berpikir sintesis dan analitik….ini dikatakan klo didalam menyelesaikan sebaiknya mengabung pola pendekatan secara keduanya, karena itu pola pikir arif dan bijaksana, prespektif dan titik panjang yang jauh, mengandung dimensi yang kaya variasi, bersifat sistematis, logis, dan metodologi,pembuktian berdasarkan data yang faktual dan verifikasi yang intensif…

Maka secara skematik, kita mendapatkan pengetahuan yagn baru adalah konsepnya sebagai berikut :

clip_image010

Jadi klo kita melakukan penelitian, alur peneltiian :

Bermula dari masalah karena kita tidak tahu pengetahuan yang kita peroleh bisa menjumpai khaisat, apa itu masalaahnya, untuk itu kita harus melakukan penalran pola berpikir secara ilmiah. Apal yang kita lakukan? kita harus membaca, mengambil teori dan konsep yang relevan, membaca buku, referensi, leafleat yang ada untuk mendapatkan penjelasan kira – kira maslaah yang kita hadapi itu bagaimana menyelesaikan masalah. Atau bisa kita membaca temuan -temuan yang relevan (jurnal – jurnal ilmiah), oleh karena itu adalah tidak logis klo misalkan mahasiswa membuat thesis tetapi tidak melangkah kesini, (tidak browsing di internet, perups) kok bisa buat laporan. Oleh karena itu dengan logika penalaran yagn ada, yang diungkapkan judul penelitian, apa yang kita lakukan? Kita browsing internet..kemanapun, baru setelah dari buku buku maupun temuan – tmeuan yagn erlavan, kita baru bisa merangkum semuanya, kita telurkan di dalam hipotesis, hipotesis bisa muncul klo kita suah membaca dasar teori, dan hasil hasil peneltian yang sudah ada.. Karena hitpoessis itu merupakan review dari apa yagn ada dialam buku/temuan -temuan. setelah itu, dari hipotesis dilakukan identifikasi, klarifikasi, operasionalisasi untuk menentukan vairabel nya apa (variabel tergantung, dan bebas),mana vairabel vairable yagn menjadi bebas, kendali, dan tegantungynay, setelah ditentukan , kita bisa menetapkan isntrumentnya, alat yang diperlukan, misalkan mengukur konsentrasi, kita perlukan spektro, kita perlukan TLC, kita perlukan ..setelah itu, bagaimana kita mendesain menghubungkan vairabel variabel ini….

Setelah desain yang sudah ada, baru kita melakukan penelitian mengambil sampling…dengan aplikasi insturment dan penetapan desain yagn udah ada , kita ambil sampling untuk mendapatkan data , data kita kumpulkan, ada analiss, mendapatkan hasil analisis, dihubungkan dengan teori -teori yagn ada sehingga menghasilakn hasil peneltiian, laporan – laporan yang ada digunakan sebagai temuan – temuan yang relavan.

Pertanyaan, klo tadi dikatakan dalam menggunakan penyelesaian logika ilmiah menggunakan pola berpikir reflektif, dari skema , di mana yang merupakan pendekatan induktif, dan pendekatan deduktif…??

Dari masalah ke hipotesis pendekatan deduktif.

Dari data sampai ke kesimpulan hasil penelitan pendekatan induktif…

Sumber pengetahuan

clip_image011

Berasal dari rasio

Harus premis yang benar…..internet diterahkhir..oleh karena itu carilah jurnal – jurnal imiah, dan buku buku yang baik

Klo pemikiran rasional cenderung bersfiat solispsistik dan subyektif,..,

Ini berasal dari rasionalisme..

clip_image012

Kemduian berasal dari pengalaman..

Premise yan gdiapkaia berdaasarkan data – data yagn konkrite. Masalah utama kadang kadnag sesuatu yang bisa bias, pengetahuan cenderung menjadi kumpulan fakta. Tidak terdapat metode induktif yang meungkinkan berkmabngnya konsep dasar tetnangn ilmy…

Misal faktanya, didalam kenyataannya , oran gitu bisa mengatkan karean orang berpikiir, mamenggunakan otaknya maka kepalanya akan panas…sehingga sering menggunakan otakknya, kepa apanas, sehingga rabuntu rontok…jadi itelengsi palingbotak, maka paling pintar..bagaimana kebeneraannya???nah ini perlu…

Contoh pengalaman – pengalaman lain yang membuat bias, misal tongkat didalam air, akan bengkok, apakah air setelah dimasukkan air, bengkok…hal ini akrena ada data – dat induktif yagn membuasikan…sehingga kita harus betul betul menyakini bahwa data – data yang diperolah adalah sesuatu yang benar. Msial mengukur kadar, dari suatu sampel, lalu menggunakan menghitung kadar menggunakan jkurva baku, , biasany nya 0, 2-0,8setelah pengamatan sampel, di bahwa o, 2 disini secara logika apakah kebenaran bisa dibawah 0, 2 absorbansi yang kita amati dibawah rentang kurva baku, sehingga waktu kita generalasasi terjadi kesalahan..

clip_image013

Intuisi, didalat tanpa proses penalraan tertentu..jawaban atas peramsalah sebagai suatu kebernan muncul dengan tiba – tiba., bisa juga muncul dalam kondisis tidak sepenuhnya sadar sedagn dalam menggeluti persoalannya. Instink itu selalu muncul sifatnya tiba – tiba , bisa menjawab epretanyaan banyak sekali.bersifat personal, sukar diramalkan.pengetahuan intuitif dapat diguankan dalam penentuan hipotesis dalam analisis selanjutnya…

Intuuiasi merupakan pegnalaman puncak, intuisi adalah interlegensi yang paling tingi.

clip_image014

Wahyu….pengetahuan langsund diamapaikan oelh Tuhan YME, tidak sekdeaar masalah keidhuapan didunai, juga besfiat trandsendetal..dasa pengetahuan, keimanan keapda tuhan seabgai asala sumber pengetahuan. Sesungguhnya menggunakan secara logika tetep logis, sesuau yang bersfista trandsendetal itu sesungguhny ilmu logis, hanya yang ktia gunakan logika yang maan…bukan sesuatu didalam agama tidak bisa dibuktikan. Misal suatu contoh dikatakan klo sebaiknya orang meningkagal yagn putri jangan smengantarkan kuburan…

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*