Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Vildagliptin sebagai DPP4 Inhibitor untuk terapi DM tipe 2 – Andy eko wibowo

Vildagliptin sebagai DPP4 Inhibitor untuk terapi DM tipe 2

    DM tipe dua merupakan salah satu penyakit yang diamali masyarkaat kita, yakitu 95 %.

    Hormon incretin perangsang sekresi insulin…

    Hormon incretin dibagi dua , GIP, dan GLP-1. keduanya kunci utama homeostatis kadar gula darah pada Subyek yagn sehat. Untuk GIP 1 diproduksi oleh usus halus yaitu dodedumun, dibagian promximal GI, yak itu K cell sedangkan GLP 1 di produksi di L cell

    Dengan adanya pengaktifan reseptor GLP-1,aKAN MENIGNKATKAN ATP DIDALAM SEL YANG MENYEBABKAN PENUTUPAN reseptor ATP sensitive potasium channel, yang menyebabkan depoliraisasi Di dalam sel sehingga kanal Calsium terbuka, calsium di luar masuk, meningkatkan Ca intrasel, menstiumulasi kalsium yang ada pada RE endpolasma sehingga menyebabkan sekresi insulin pada sel beta pankreas. Untuk homon inkretin yang utk mengatur kesimbangan antara glukagon dan insulin. GIP dan GLP 1 didegrasi oleh DPP IV, yang membagi.proteinnya menjadi dua sehingga tidak aktif.

    Degrasdasi oleh DPP-IV, GLP 1 yangaktif memiliki susuanan AA sbss. :

     image

    DPP IV akan menghambat asam amino alanin, sehingga tidak aktif…

     

    Bagaiamana Vildagliptin untuk penyembuhan DM2.

    Dengan adanya DPP 4 menyebabkan inaktivasi GLP -1.

    Klo obat vildagliptin , akan berikatan DPP4, menyebabkan aktivasi GLP-1 menyebabkan pengeluaran insulin meningkat, dan glukagon menurun…

    clip_image001

    Dilihat secara vidieo inhibitor empat..ketika kita makan kadar glukosa dalam darah meningkat, kemudian hormon inkretin yang ada didalam usus dia akan mengstimulan adanya insulin , insulin mengakibatkan akdar glukosa dalam darah menurun.

    Bagaimana bisa hormon inkretin mestimulasi insulin??bagaimana mekanisme molekulernya???

    Hormon incretin (suatu hormon yang dihasilkan oleh saluran pencernaan, untuk merangsang sel beta pankreas dalam melepaskan insulin. GIP yang dihasilkan K cell, dan GLP 1 oleh L cell, kedua hormon tersebut berkebalikan terhadap somatostatin (enzim pencernaan-yakni disintesis didalam pankreas dan aksinya akan di usus), maka hormon inkretin dihasilkan didalam usus yang aksinya didalam pankreas, hormon inkretin yang dihasilkan usus yang berperan dalam pankreas. Yang berfungsi merangsang sel beta pankreas untuk melepaskan insulin. Ketika kita mengkonsumsi karbohidrat yang didalam lambung dihancurkan menjadi monosakarida. Di usus, glukosa akan mengalami proses absorbsi, di bagian duedunum, kemudian dia diabasorbsi, dengan bantuan SGLT-1 dan GLUT 2 membantu proses transport glukosa dan galaktosa. Tetapi klo fruktosa di absorbsi dengan melibatkan GLUT 5. setelah diabsornasi glukosa menuju sirkulasi sistemik. Pada saat glukosa meningkat, si usus menghasilkan hormon inkretin sebagai respon. Dia bekerja pada pankreas untuk merangsang pelepasan insulin. Bergerak menuju pankreas melalui peredaran darah. Disamping diransang oleh hromon inkretin , juga dirangsang oleh masukknya glukosa ke dalam sel beta pankreas. Bahwa keluarnya insulin dari sel beta pankreas di akibatkan oleh penignkatan kadar ion kalsium sehingga memacu pengeluaran insulin melalui proses eksositosis. Yang merangsang pelepasan ini adalah ion kalsium, ion kalsium itu bisa masuk dari luar sel kedalam sel dengan bantuan ion kanal kalium yang tergantung voltase.

    L-tyepe Calsium channer disebut juga voltase gated Calsium channel, suatu channel ion kalisum yang terbuka akibat voltase… klo ada peningkatan kadar glukosa dalam darah, glukosa akan masuk melalui GLUT 2, didalam sel, glukosa dimanfaatkan dalams iklus kreb, sehingga menjadi energi. GLUT 2 adalah independent insulin (tidak dipengaruhi adanya insulin), sehingga senantiasa glukosa masuk dengan sendirinya didalam sel pankreas. Glukosa di ubah menjadi ATP , nah..si ATP itu kemudian bergerak di KATP-channel..atau APT-sensitive K+ channell, kanal ion kalium yang sensitif terhadap APT, dia sensitif sehingga klo ada ATP, maka kanal potasium malah menutup, sehingga ion potasium ada banyak didalam s el, logikanya tidak bisa keluar akibatnya ion potasium meningkat. Klo ion potasium itu lebih banyak didalam sel maka mekaibatnkan voltasenya meingkat, potensial aksi meningkat, padahal kanal calsium terbuka karean terdajdi peningkatkan voltase, sehingga ion calsium akan masuk…karakteristik ion calsium adalah sangat sedikit sekali di dalam sel, sehingga apabila dia masuk, masukknya lama karena tipye nya Long tipe, ion kalsium masuk digunakan untuk mendorong eksosisotiss insulin

    Sulfonil urea bekerja pada reseptor SUR yang bergandengan pada ATP-sensity K+ channel, ketika berikatan dengan sulfonil urea, mengakibatkan APT-sensitie potasium channel tertetup..

    Hormon inkretin reseptor dinamakan GLP-1, seperti nama agonisnya yang termasuk G protein , merangsang adenilta ciklase, karakteristiknya bisa meinhibisi, bisa mengaktivasi, tergantugn jenis protein G. yang Gs menstimulasi, yang Gi menghinbisbis, mengakibatkan Adenilat siklase teraktivasi, mengubagh ATP menjadi CAMP, yang mengumabha ATP menjadi ADP yang menyababkan PKA meneutup ATP-sensititu K cahnelll…

    clip_image002

    Jadi, sensor pertama adalah glukosa masuk ke sel beta pankreas melalui GLUT 2 yang menyebabkan terjadinya ATP sehingga menutup channel potasium yang sensitif terhadap ATP, dan sensor yang kedua, dilepaskan hormon inkretin saat glukosa di absorbsi sistemeik, di usus dilepaskan hormon inkretin untuk merespon masuknya glukosa dari sirkulasi . Hormon inkritein yang memproduksi cAMP dari ATP yang kemudian membuat PKA meningkat. PKA ini juga bisa mengeblog channel potasium yang sensitif terhadap ATP tadi (lihat gambar). Dari kedua sensor tersebut,akan terjadi proses depolarisasi yang menyebabkan kanal Calsium terbuka, sehingga kalisum masuk di dalam sel. Hingga timbul rangkaian pelepasan insulin.

 

 

tambahan bapaknya

Cel beta pankreas

Sebeneranya egini, ini target obat hipoglimekeim dengan aksi pankreatik, ..klo ekstra antipaknkreatik berarti diluar pankreas..tapi klo aksinya pankreatik berarti ddalama organ pankreas, targek aksi ada beebraap?

Sekresi insulin dari sel beta panrkeas ada duat tahapa, rtiggering, dan ampliying…nah beberaha seanywa /oabt adapat emragnsang peleasan insulin misal sulfonilurea, ATP, glukosa, neurotranminter, hormon..kita desain mencsintesis suatu obat yang bisa meningkatkan ATP pada sel beta pankreas..nrortrasnminter yang beraskis pada sel beta pankreas.

Enam kemungkinan target beta pankreas :

  1. Merangsang metabolisme, glukosa meingkat, maka ATP akan meningkat
  1. Increase ion kalisum intraseluer dengan cara menutup KATP chennal , yang tejradi pada sulfonilurea
  1. Meningkatkan ion caklsium intraseluerl dengan cara yang alin
  1. Merangsang jalur amplifikasi , apa itu??
  1. Obat yang beraksi pada reseptor membrane…
  1. Aksi yang berlangsung pada nuklear

Glukose masuk, kemudian metabolisme, ATP mieningkat, akan menutup kanal ion potasium, mengakibatkan potasium meingkat, kalisum masuk akan menyebabkan sekresei insulin…

Apakah ada obat yang seperti ini,? Contohnya adalah allosterik activation of glucokinase, compound RO-281675

Hbekerja pada kanal ion potasium, selain jalur meningkatkan kalisum intraseluluer, tetapi tidak mengakbiatkan aksi pada kalanl ion kalisum

Merangsang pantwai yang penignkatana calskum,, hingga melepaskan insulin, inilah jalur amplifikasi

Aksinya pada reseptor membrane, yang termasuk hormon inkretin, dia mengaktifasi reseptor GLP -1, atau menghambat reseptor alfa 2 adrenergik sehingga menghambat jalur inaktifasi pelepasan insulin

Yang keenam, menjadi target, mensipun masih tanda tanya?

Glinide–>suatu obat gara – gara memecah struktur glibenklamid, punya target aksi yang sama dengan sulfonilurea reseptor.

Kir 6.2..suatu kanal potasium yang diperuntukkan oleh potasium keluar, K inwork, ketika dibuka kok ion potasium kok keluar, ketemu yang mengatakan meskipun kanal tersebut inwork diperuntukan untuk masuknya ion potasium, tetapi ddalam kontreks ini, apabila didalam sel terlalu banyak ion potasium, maka dia akan keluar melalui kanal potasium ini. Ada kode 6.2, karena ada lagi kode 6.1 yang terdapat di jantung, diazoksid obat yang bekerja pada Kir 6.1 dan 62, dia sekarang bukan obat, tapi agent yang digunakan menghasilkan diabetes, dulu oabt antihipertensi, golongan PCO (potasium channel openner). Dia antihipertensi poten, tetapi yang diugnakan dalam waktu jangka panjang, ketiak digunakan, bekerja pada sel jantung , dia bagus, bisa menurunkan kontraksi jantung, tapi dia bisa bekerja pada sel beta pankreas yang membuka kanal ion potasium. Kemudian muncul obat yang lain dinamakan minoksidil, dia PCO tetapi spesifik pdia bekerja pada Kir.6.1 dan tidak mengaktifasi pada Kir.6.2 pada beta pankreas. Kir.62, dia bergandengan degnan Sulfonil urea reseptor, di SUR ini dia punya sisis bebarap sisi aktif A dan Sisia ktif B, ada didalam reseptor sulfonilurea. Klo tobutamid dia ahanya mengaktifasi side A, tetapi klo glibenklamid (yang satu struktur sulfonilurea dan non sulfonilurea), sturktur sulfonilurea mengaktivasi side A, dan non sulfonil urea itu mengaktivasi side B, sehingga glibenklamid jauh potensinya karena dia mangaktivasi sida A dan side B.

Ada meglitinide, dia bekerja pada sisi B, sehingga golongan meglitinide yang digunakan pada reseptor sulfonilurea bekerja pada site B, dinamakan Benzamido….

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*