Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Pengukuran dan jenis data (Metopen pertemuan ke V) – Andy eko wibowo

Pengukuran dan jenis data (Metopen pertemuan ke V)

    (Prof.Edy Meiyanto., M.Sc, Apt)

    Monday, October 17, 2011

    10:09 AM

    Semua proses valid, itu ada metode- metodenya, metode itu ada dalam metopen. Salah satu aspek penting adalah pengukuran.

     

    Klo kita hubung hubungkan antara penelitian dan pengukuran, maka penelitian akan sangat dekat urusannya dengan observasi (pengamatan), entah laboratorium atau lapangan, observasi itu dalam arti pengumpulan data. Untuk itu karena kita mengumpulkan data – data, bagaimana mendapatkan data data itu dengan pengukuran, kita ukur, pengukuran data dengan pengukuran, ataupun data data yang bersifat sosial.Oleh karena itu peneletian, observasi, dan pengukuran adalah satu kesatuan.

    Cuman klo kita bicara observasi saja, itu ada sifat ilmiah (sistemik, obeyketifk, dan langusng), atau non ilmiah. Sistemik maksudnya ada tatacara diakui kebenarannya. Obyektif teruji, siapa yang melakukan bisa dipertanggung jawabkan. Langsung dilakukan oleh peneliti sendiri. Klo observasi tidak ilmiah tidak melakukan seperti ini.klo imiah itu harus sitematik, ada tatacara baku yang tervalidasi. Nah untuk itu maka observasi ilmiah itu akan melalui proses pengukuran.

    Penguukuran dalah proses kuantifikasi pada observasi dalam unit yang baku/dimensi yang berubap adata. Tidak boleh menggunakan unit – unit sendiri, kecuali belum ada…biasanya unit – unit sudah ada. Kita akan mengukur penurunan tekanna darah, sudah ada bakunya..dan itu akan menjadi data, hasil pengukuran itu..sehingga kita perlu tahu /memikirian konsep pengukuran dan alat ukurnya?untuk itu kita perlu tahu juga, nanti jenis data yang akan kita kumpulkan karakternya seperti apa?sebagai peneliti , kita harus kenal data yang dikumpulkan itu jenisnya apa, bagaimana memperlakukannya…karena research, kita harus tahu jenisnya apa, dan harus diapaian data itu. Karena reseach itu harus ada /tahu nilai estaloginya…pendalaman ilmu, artinya untuk pendalaman /pengembangan ilmu. DALAM PROses pendalaman .pengembangan ilmu itu ada asepk asepk yang harus diperhatikan, terutama aspek filosofisnya, ada aspek ontologi, aspek eskatologinya, untuk apa hasil penelitian itu..

    Untuk ujian thesis, pasti ditanyakan, ilmu yagn direseach itu mau dibawa kearah mana?eskatologinya…juga ontologi (ditanya…?apalagi asepek epistemologi…

    salah satu aspek dalam metodelogi itu adalah pengukuran yang harus valid

    Dalam metodelogi itu salah satu yang penting adalah pengukuran dan mengenal data pengukuran dalam skala pengkukran. Data pengukuran antara lain :

    1. Kategorikal : nominal, ornida
    1. Numerik :interval dan rasio

    Data nominal -data bukan peringkat. Kita harus tahu bagaimana menganalisis datanya, dan bagaimana untuk menjamin validitas ilmu yang kita kembangkan…

    Gol darah A, B, O, AB.,jenis kelamin, kaitannya dengan analisis yang akan kita lakuan, jenis statistik yang akan kita lakukan.misal nanti pakai q square, atau hanya berupa diskriptif saja, atau dicampur diskriptif analitik..G boleh uji T.

    Oang yang thesis tidak mengenal datanya, maka akan salah analisisnya..artinya validitas ilmu yang didapat menjadi tidak valid…

    Ordinal..peringkat. Ada peringkat yang datanya itu tidak terukur secara alamiah. Biasanya peringkat di bikin sendiri oleh peneliti. Peringkatnya itu di bikin sendiri oleh peneliti.ini sering dilakukan oleh kita, oleh farmasis, nanti kita akan melakukan data yagn bersifat ordinal. Kemudian untuk menkuantifikasi sengaja di bikin peringkat, secara alamiah tidak ada, tapi di bikin sendiri oleh peneliti. Meskipun cara pembuat peringkat ada aturannya. Contoh derajat penyakit (parah , sedang, lemah, ini kualitatif, sering kali didalam reseach itu harus membandingkan, kuantitatif, maka bikin peringkat…pakai scoring. Peringkat itu sengaja di bikin peneliti. Analisis statistiknya bisa melihat median nya..mana yang sering muncul , atau gimana,. Kejadian yang sering terjadi seperti apa, atau korelasi peringkat. Ada hubungannya g, misal status sosial dengan IQ, dengan apa lagi.. Ini orang – orang sosial banyak melakukan ini, orang faramsis yang banyak melakukan penelitian sosial juga sering, penelitian hewan bisa jadi dilakukan..

    Interval dan rasio. Dua data ini terikat dan jarak antar skalanya secara alamiah ada. Bedanya antara interval dan rasio tidak memiliki nilai nol. Sering kali orang tidak peduli interval dan rasio dijadikan satu. Karena sifatnya sama,..contoh suhu tubuh, koefisien intelegency, itu ada peringkat, tetapi nilai nol alamiahnya tidak ada (interval)…nilai O derajat berbeda – ebda, suhu tubuh tidak ada nilai nol secara alamiah, tetapi peringkatnya ada. Nah klo rasio peringkatnya ada, nilai nol alamiahnya ada…kadar gula darah, berat badan itu ada…data interval dan rasio itu paling banyak….

    Uji statisnya yang interval dan rasio bisa jadi mean, simpangan baku, uji T, anova, regeris, korelasi…

    Jenis – jenis data, dalam reseach harus mengenali, sudah tepatkan statistik yang kita gunakan. Nah kita perlu mengenal juga, data yang kita kumpulkan juga memenuhi validitas, hasil reseach itu bisa ditanggung jawabkan.

    Ada berbagai sumber variasi ; gimana kita mengatasi atau meminimalisir akibat timbul dari proses pengukuran.

    Variasi pengukuran, misal

    1. pemilihan instrumen harus diperhatikan. nimbang harus pakai apa. Cairan sekian milimeter seksama, kita harus menggunakan alat ukur yang mana, klo kita keliru iini bisa menjadi sumber kesalahan…makanya setiap itu kita melaporkan hasil reseach, kita diminta untuk menuslis alat yang kita gunakan…mikroskop, speknya seperti apa. Karena orang jadi tahu, o alatnya itu terjamin validitasnya. Untuk itu juga idealnya alat yang dipakai itu terkalibrasi..supaya alat itu valid. Di fakultas farmasi UGM sudah ada rencana dan sudah dipraktekan kalibrasi terhadap aalat.pH meter, setiap saat kita harus mengkalibrasi…tidak boleh tidak..biasanya itu dalam satu set, pH meter itu ada larutan standarnya.Ketika kita salah memilih alat, dan menggunakan, itu menjadi potensi kesalahan besar didalam pengukuran., hasil penelitian tidak valid, maka ilmu yang kita kembangkan menjadi tidak valid., padahal ilmu yang dikembangkan itu ada tujuannya..

    Kuncinya adalah bagaimana pengukuran itu valid…

    Insutrumen itu bagaimana cara pengukurannya, untuk pengembangan reseach itu idealnya instrumen terkalibrasi, badan pom melakukan pembinaan.

    1. Yang kedua, proses pengukuran itu pemeriksa, utamanya peneliti itu sendiri, meskipun tidak langusng memerikasi, maka peneliti paling tahu harus tahu valididitas reseach ini, yang penting sadar dulu, meneliti itu harus valid, klo paham nanti pasti setelah melakukan..yang melakukan alat yang digunakan harus valid, cara menggunakan kita harus tahu. Peneliti sering dibantu oleh teknisi (laboran – laboran), dia harus tahu (kompeten) untuk menggunakan alat itu, syukur punya sertifikat, dan pastikan dia punya kompetensi.

    Variasi biologis, klo kita menggunakan hewan uji, utamanya , atau mengunakan manusia, atau tanaman.

    1. Klo hewwan uji dalam satu obyek itu sering kali ada perubahan variabel karena waktu atau keaddaan sehingga kita harus menjaga variabel itu, sekecil munkin perubahan harus kita kendalaikan.. Misal tikus harus sampling darah setiap 5 jam, jam kemduian kondisi tikus bisa jadi bebreda..tanaman juga begitu, subyek uji tanaman, kita tumbuhkan, sekrang sama dua minggu lagi bisa jadi beda, karean situasi yang membauat dia perubah, pada satu subyek..
    1. apalagi antar subyek, kita pasti perbedaan, kita harus pandai menjaga keseragaman, seminaml mungkin perbedaan itu terjadi, ini untuk mejaga validitas luarnya…

    Validitas dan reliabilitas penelitian

    Aspek apa saja sih?

    Secara istilah valid itu tepat ukur..yakini spesifik dan sensitif..

    Keumdian telititi, dan cermat –>reliabel.

    Dalam validation penelitian ada dua jenis :

    1. validitas dalam. Fokus pada perubahan, yang diamati hannya terjadi karena perlakuan yang diberikan, bukan karena faktor lain. Ini menentukan bagaimana kita memilih menggunakan metode uji yang tepat.misal klo kita mau menguji penurunana kadar gula darah, metode yang valid dan diakui itu apa??dipastikan bahwa proses pengukuran tidak tegantung faktor lain, variabilitas indivudu harus terjamin. Metode yang kita gunakan harus terpercaya, tepat mengukur variabilitas yang kita inginkan, artinya tidak adaf aktor lain yang harus kita kendalikan..
    2. Validitas luar

    Terkait dengan peneltiian itu menggambarkan kejadian yagnsesungguhnya, dapat dilakuan generasilasi, alat ukur menentukan validitas luar. Biasanya kita melkuakjn penelitian, itu pakai model/pakai sampel, kita ingin meneliti efek hipoglemikemik ekstrak tertetnu, ktia tidak langsung pada manusia yang hiperglikemik, ktia pakai model dulu atau bahkan kita pakai model dan sampel, tidak populasi. Sehingga kita harus menyakinkan bahwa penelitian itu mewakili yangsesungguhnya kondisi populasi yagn keseluruhan. Jadi kita harus banyak yang mempengaruhi dan kita kendalikan.misal menggunakan kelompok tikus, kita harus tahu hsitorynya, misal desainnya yang harus tepat, misal kita lupa tidak menggunakan kontrol negatif, pengukuran udah bener, alat ukur tepat, alat udah terkalibrasi, reagen mahal – mahal bagus bagus tervalidasi, tapi kit lupa g pakai kontrol negatif, sehingga untuk menganalisis ini berefek atau tidak kita tidak tahu pasti, lalu kita ditanya pas ujian, kontrol negatifnya mana?ya harus di ulangi….

    Termasuk history, masturasi, proses testing, instumen, statistik ayng kita gunakan, seleksi, mortalitas, interaksi antar variabel..

 

 

intermezzo pak edy :

Prihatin dengan reesearch terutama tentang drug discovery…karena ketika kita cermati peneuman obat itu sangat miskin, baik obat – obat dari alam maupun sintesis. Apakah sudah ada di Indonesia yang katanya kaya bahan alam, obat yang betul ebtul di isolasi, direseach , dan dikembangakn obat di dinonesia yang diakui diranah klinik oleh temen-temen sejawat kita, atau didunia pengobatan modern. Pengobatan modern jauh lebih luas aplikasinya di dunia .

Kita ke dokter psti settingnya pengobatan modern, itu menjadi pilihan pertama kita , ini realitanya. Klo toh kita oh iya obat tradisional berkembanga, tapi tetap berkembangnya obat modern lebih jauh berkembang obat modern , masyarakat modern lebih menerima pengobatan modern.

Yang megang apotek merasakan, ???

Pertanyaannya darimana obat – obat modern itu??bagaimana proses menemukannya??

Dulu ada, dari indonesia, yaitu kinin..yang jadi obat modern tervalidasi dari reseach…dikembangkan vormulasi, injeksi, tablet kinin…, di analisis….di kontrol kualitasnya, divalidasi semuaprosesnya, dilepas ke amsyarakat…tapi sekarang kinin disintesis oleh orang luar…jadilah kinin tidak populer di indonesia, akhirnya g ada obat sama sekali yang betul betul disediakan di Indonesia. Apalagi dunia medik sangat pesat berkembangannya..obat – obat makromolekul sudah masuk ke ddalam indonesia, dan kebanyakan obat – obat modern sekraang dari rekasya genetik, dari kloning,…

Masalahnya siapa yang bertanggung ajwab mengembangkan obat modern di Indoensia???

Farmasis..

Dokter bukan..diagonosis, dan terapi…

Farmasis, terutama yang pasca….\\

Realitanya obat modern……….

Penemuan obat itu jadi sangat penting……..

beliau juga suudhon jangan jangan , yang memprovokasi kita mengembangkan obat tradisional adalah oragn barat….sehingga kita g maju maju..

aku lebih su udhon, jangan – jangan kita disuruh ngembangkan obat tradisional yang kemudian nanti orang barat akan dengan mudah mengembangkan obat tradisional kita menjadi obat modern.

2 Comments on Pengukuran dan jenis data (Metopen pertemuan ke V)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*