Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Metodelogi penelitian (Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA., Apt) – Andy eko wibowo

Metodelogi penelitian (Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA., Apt)

Yang nomer satu adalah

1 . Bahan, sebaiknya tidak menyebutkan mulai dari aquadest, etanol, amylum ganyong, tikus, di jentrek, tidak informatif. Yang informatif adalah dirinci untuk apa. Misalnya saja, pada isolasi anti pektin, misal bahan untuk isolasi pati apa saja, bahan untuk pemisahan amilosa dan amilopektin, kemudian bahan untuk analisis amilosa dan pektin. Termasuk untuk bahan sintesis disendirikan bahan untuk uji toksisitas disendirikan. Kumudian klo itu kromatografi kita boleh menyebut langsung sistem fase gerak atau fase gerak sitem gerak bervariasi, misal saja bahan untuk analisis kromatografi, fase gerak : l;;sdfsklfds, fase diam; silika gel f 254. begini boleh, walaupun ini nanti ada lagi di cara penelitian dan prosedur kerja.

Tapi boleh saja, kita untuk kromatografi di jejer saja silika gel F254, kloroform, vanilin (pereaksi semprot).

Kemudian , klo kita itu mengambil sesuatu menggunakan sel lain tertentu untuk menggunakan uji tertentu, maka sel itu harus jelas kodenya. Klo hewan uji harus jelas jenisnya apakah SD, atau wistar, juga asalnya diambil darimana. Untuk bahan yang berupa bahan merek, misal aeorosil (merek dagang) berasal dari pabriknya mana sesuai bungkus di lab. Untuk bahan tanaman, harus menyebutkan dari mana pada level kecamatan.

determinasi tanaman, klo udah jelas tanaman yang dikenal orang, tidak perlu determinasi, namun simplisia yang kita gunakan harus diidentifikasi bukan determinasi, di PHI (pharmakope Herbal Indonesia) sudah ada menentukan cara benar nya itu simplisia, baik fisik maupun KLT.

  1. Alat. Spesifikasi dari alat harus di sebutkan, keculai gelas ukur. Klo HPLC mereknya, TLC scanner, mereknya, Baru kita masuk ke jalannya penelitian.Sering kali ada yang tidak rinci.sampai ke mg, ml.klo mau ekstraksi, berapa yang harus diekstraski, berapa kali ekstraski, berapa liter etanol yang diugnakan untuk mengekstraksi.
  1. Sesudah ada bahan, alat, jalannya penelitian, maka harus ada cara analisis. Klo itu kuantitatif, maka kita harus menyebut statistiknya menggunakan apa. Klo pada proposal belum jelas, tapi klo udah dalam penelitian kita harus lihat sampai paramettrik atau tidak.insyaallah untuk minggu depan kita rancangan percobaan hewan …
  1. Klo buat statistik harus dilihat bagaimana untuk menentukan struktur secara aktivitas, sepktrofotometri, dari awal..cara analisis harus disebutkan??? (Agak G dong)
  2. , yaitu bagan peneltian, bagan penelitian itu harus digambarkan, dan boleh lebih dari satu, atau dua aspek…bagan sintesis, dan bagan uji aktifitasnya sendiri..supaya untuk merunut kita sampai dimana….bagan penelitian bisa tidak harus satu..
  3. setelah itu , ditutup dengan daftar pustaka…daftar pustaka sesuai aturan style sendiri. Yang menjadi sering kali masalah, klo kita menulis misalnya saja farmakope Indonesia, kita menulisnya apakah anonim atau depkses RI, ataukah Farmakope Indonesia???kita lihat di petunjuk, pak pram yakin tidak ada,sehingga sampai sekarang seselera pembimbing …tapi susah….misal Farmakope indonesia, Departemen Kesehatan………………….., itu saja belum cuckup. Karena untuk ditelusur masih susah….sehingga disepakati Farmakope Herbal Indonesia, 2008, Derektorat, jendral bina kseshatan, Departemen Kesehatan RI. Yang ditulis miring, judul buku. Yang ditulis miring klo jurnal, itu nama jurnalnya: jurnal Bahan alam, jurnal Farmasi Indonesia…klo disertasi, skripsi, thesis, yang ditulis miring adalah desertasi. Masalahnya apa??internet kita telusuri pengarang artikel tersebut, walupun kita buka, kok hanya abstraknya saja yang muncul…maka tak apa ,karena disitu ada pengarangnya….klo ww..w.w.w.w…kemudian judulnya tanpa ada pengarangnya, biasanya ditanda tanda tanya oleh penguji. Kecuali kita menggunakan pustaka itu untuk mengungkapkan statemen dari pengambil kebijakan…tidak boleh untuk senyawa, tanaman, dll…Tetapi untuk menyortir tanaman yang tradisional, maka gunakan buku yang milik nenek moyang, jangan di gramedia…karena yang dikatakan tradisional itu 3 generasi atas kita.

2 Comments on Metodelogi penelitian (Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA., Apt)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*