Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Karena Aku Hidup di Sebuah Adat Jawa (Maaratus sholihah story VII) – Andy eko wibowo

Karena Aku Hidup di Sebuah Adat Jawa (Maaratus sholihah story VII)

Ku putuskan untuk menghilangkan setiap doa untuk engkau maaratus sholihah, doa dimana biasanya aku memohon kepadaNya agar engkau lah pendamping hidup. Karena aku tak mau, kolbu hanya berisikan engkau…yang sebenernya hanya layak di isikan Allah.

Aku tak mau, diriku melepas waktu tidur, hanya berdoa kepada Allah, yang sesungguhnya secara nyata, memperkosaNya, memalakNya, hanya berniat untuk mendapatkan suatu hal saja.

Ya Allah…kembalikanlah aku ke tujuan awal, agar diriku saat melepaskan waktu tidurku, hanya karena rasa cintaku kepadaMu, bukan karena memperkosaMu….

Ya Allah…kembalikanlah aku ke tujuan awal, hanya ingin mengabdikan diri kepadaMu, Hanya ingin mendapatkan cahaya Mu….penerang yang selalu memberikan hidayah, selalu memberikan inspirasi, jalan keluar, cahaya cinta dan kasih sayang, pengikis dosa, dan segala trauma – trauma masa lalu. Ingin kolbuku, hanya berisikan cahayaMu, Ya Allah….bukan mengharap sebuah hikmah…

***

Aku harus melamarnya sekarang, agar tak mengganggu area kolbuku….apapun yang terjadi, kolbuku hanyalah untuk Allah….bukan untuk maratussholihah, bahkan menempatkan Allah hanyalah sebagai pemberi harapan….Kali ini, aku harus melamarnya…mengkhitbahnya agar menegakkan setengah imanku.

***

Malam ini juga, ku beranikan untuk memohon restu kepada Bapak ibuku, namun…jarak yang memisahkan kami serta sedikit keberanian akan jawaban yang menakutkan, membuatku memancingnya dengan bertanya melalui sms.

Assalamu’alaikum wr.wb

Pak, Ibu, menurut bapak ibu, bapak lan ibu maringi aku restu nikah ki kapan?Setelah aku punya penghasilan?setelah aku punya penghasilan dan juga mampu membiayai Manda dan Rizki Kuliah?Setelah lulus apoteker?Setelah lulus S2?Setelah aku jadi dosen?Sebagai bahan pemikiran, besok saat aku kuliah S2 beasiswa, aku telah dapat penghasilan  per bulan.

 

wassalamu’alaikum

Ya jadi pegawai, dan buat adik adikmu biar bunda yang tanggung. Say…, Kenapa? Sungguhkah dirimu ingin menikah sekarang?, Pertimbangkan lebih matang agar kelak tidak menyesal

 

Baiklah Bund, Insyaallah andy akan menikah setelah mendapatkan restu bapak ibu.Tapi doakan andy bund, agar tidak terjerumus ke dalam zina baik mata ataupun lainnya, betapa beratnya hidup andy bund, godaan dimana mana, dan andy takut dosa zina. Semoga saja tak akan pernah ada sesal di keluarga kita maupun keluargaku kelak apapun keputusan yang diambil.

 

Perjalanan yang harus ditempuh tidaklah semua mulus. 20 tahun silam bunda tega meninggalkan keluarga demi masa depan keluarga.  Bunda tetap bertahan karena bunda tidak ingin putra putri bunda mengalami seperti bunda akibat pernikahan yang belum matang.

21 tahun silam ayah dapat phk karena pendidikan yang kurang, akhirnya ternak bebek. Kesedihan merambat lagi, nyaris bunda akan pergi merantau lagi, tp Tuhan berkehendak lain, ayah dipanggil kerja kembali, bunda ikut wiyata tanpa gaji. Alhamdulilah sekarang ada hasilnya…Bunda dan ayah Bangga dengan dirimu. Semoga dirimu lebih bersabar dan kuat melewati liku – liku tajamnya kerikil kehidupan.  

Aku menangis….membaca sms itu, segala egoku runtuh…..dan hari itu pula aku pulang, untuk bersimpuh di kedua kaki ibuku, ibu yang paling aku sayang sedunia…ibu yang rela menderita dalam perantauan, hanya demi anak – anaknya, dan setelah usiaku sebesar ini, belum mampu membalas setitik pun, aku telah membuat beliau bingung…beliau sedih…Aku pulang bunda…aku pulang bapak….aku ingin mengalirkan air mataku, di hadapanmu, agar dosaku kepada kalian tertebus…aku sayang kalian bapak ibu, tapi diri ini, ingin sekali menikah dengan maaratusholihah itu…beristri dia…agar dia tak mengganggu kolbuku…

***

Sesampainya di depan rumah, aku disambut oleh bapak dan ibuku…segera aku memeluk mereka dengan tangisku, tangis yang memecah….Bapak dan ibuku mengajakku masuk ke dalam rumah…

Di belainya rambutku di pangkuan ibuku, dan disampingnya Bapakku diam lemas…Mungkin beliau telah tahu cerita dari ibuku. Sesugukanku pun makin lama makin terhenti. Bapak dengan lembutnya mulai mengeluarkan katanya, setengah bertanya. “Le….yen nglamar saiki, Bapak durung iso gowo obo rampe nembung calonmu, yo mung isane gowo awak ….!”. Tangis pun lebih menjadi, aku tahu…aku tahu..bahwa adat jawa, sangat menjunjung wibawa untuk melakukan pinangan, dan yang lebih menyesakkan, aku tahu…saat ini, tak ada persiapan pun untuk melaksanakan adat penjunjung wibawa keluarga. Nyaris sesak dada ini, namun belaian tangan ibu mengendorkan sesak itu. Bapak menimpali, “Trus arep tok bobok ke endi engko bojomu? Bapak yo isin, nek engko besan tilik tilikkan, weruh kowe lan bojomu durung duwe peturon!Yen, ngontrak…bapak ra duwe rupo le..!! Ngadapi besanmu!”. Tangisku bertambah banyak, hal ini tak aku pikirkan sama sekali, dan tangisku bertambah banyak, karena bapakku kali ini benar – benar memiliki raut yang sedih, belum pernah aku melihatnya memiliki raut seperti itu, bapak yang paling aku sayangi sedunia…maafkan aku bapak…maafkan aku….tangisku pun mengalir dan pelukanku beralih memeluk bapak. Bapak hanya diam ketika aku peluk, saat ini aku lah yang melihat ibuku mengalirkan air mata, padahal  sudah sejak tadi beliau menangis. Kali ini, ibuku yang mengeluarkan kata, “le…bapak ibu ku wis noto apik apik tentang kuwi,,,.tahun sesuk bapak ibu uwis rembugan, gaweke kamar go kowe…ben yen menowo kowe nikah, bapak ibu ora keilangan rupo, besanmu tilek kahanan anakke”.Bapak pun nambahi dengan suara paling  lembut, “ bapak ora ngalarang kowe nikah saiki, tapi yo mung gowo awak thok, ora gowo opo – opo….yen ngono!!, saiki mas andy nyobo noto ati sek, ben iso ngerti kakarepanmu…yen pancen wis pengen nikah, bapak siap ngalamarke”. Suara paling lembut yang pernah keluar dari Bapakku , menandakan bahwa beliau benar – benar bicara kepada aanak kesayangannganya…anak yang selalu di banggakannya..yang saat ini ada di peluknya. anak yang saat ini membuat dirinya bingung, bingung setengah mati. tangisku semakin menjadi, tak tega membuat Bapak ibuku merana seperti ini, tersiksa. Aku pun memeluk lebih erat bapak. “mboten pak…mboten….kulo nderek kekarepanne bapak..kulo manut bapak leh ibu…ampun duko geh pak….nyuwun pangapunten…kulo sayang bapak ibu…kulo sayang bapak ibu…..”. Bapakku menangis…sesugukan juga…”aku njaluk ngapuro yo le…..kahanan bapak durung iso mbiayai kowe nikah…..aku njaluk ngapuro!!yen sebenere kuwi kewajiban bapak nikahke kowe!!!”. “mboten pak…mboten….kulo ndeherek bapak ibu, kulo pengen bekti leh bapak ibu rumiyen! Menawi mangkeh pancen jodo, insyaallah kulo nikah nunggu bapak ibu siyap lan kulo sampun mapan”.

“Kulo sayang bapak ibu….”

Ibu pun memelukku…kami bertiga berpelukan erat…

***

Maaratusholihah….rasanya aku harus memohon maaf kepadamu… Semoga engkau mampu mencari “obat” pesakitanmu…karena aku yakin, engkau juga adalah penyembuh bagi dirimu sendiri.

maaratus sholihah….

maafkan aku…

barang kali, di dunia ini…engkau bukanlah jodohku…namun ku ingin engkau adalah bidadari surgaku…

barang kali, di dunia ini…engkau memang jodohku…namun ku meminta maaf kepadamu, waktu ini, saat ini, aku membuat dirimu pesakitan….menahan cinta yang engkau miliki, hanya menahannya didalam hati…

maaratus sholihah….

logika ku tak berani melawan….dan ilmu fiqihku tak berani melawan adat kehidupan

adat kehidupanku, tak cukup meminang hanya dengan Basmalah…

dan orang tuaku, mempunyai wibawa yang saat ini, jika aku meminangmu, tak mampu ia menegakkan wibawanya….

mempertanggung jawabkan hidupmu kepada orang tuamu, yang apabila engkau ku pinang sekarang, akan  menjadi bagian hidupku dan wibawa keluargaku..

karena aku hidup di sebuah adat jawa, bukan adat segala kemurnian fiqih islam…..dan karena islam, tidak sekedar fiqih…

***

“Itulah penyakit hati yg selalu ditiupkan syetan kedada manusia…..”

benarkah????

 

 

Link terkait….

Jika Istriku, al mar’atus sholihah I
Fiksi, perjalananku -“Mar’atusshalihah Story II”
Fiksi: Aku mulai mengenalnya -“Mar’atusshalihah Story III”
LAMARLAH DIA!!!“Mar’atusshalihah Story IV”
Tak mau aku meminangmu hanya dengan basmallah….!(mar’atus Sholihah Story V)

Jika Aku memperkosa Allah, masih benarkah aku berdoa? (maaratus sholilah story VI)

1 Comment on Karena Aku Hidup di Sebuah Adat Jawa (Maaratus sholihah story VII)

  1. cerita ini… buat saya menangis membacanya…
    mudah"an engkau mendapatkan jodoh yg baik dunia akhirat andy..
    kelak aku akn sangat bahagia melihatmu di pernikahanmu nanti.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*