Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Penemuan Dan Pengembangan Obat Berbasis Farmakologi Molekuler – Andy eko wibowo

Penemuan Dan Pengembangan Obat Berbasis Farmakologi Molekuler

Penemuan obat sulfunylurea–> DM. ditemukan zaman perang dunia kedua..ditemukan secara kebetulan. Ditemukan ketika seseorang menggunakan obat sulfonamid (antibiotik popoler). Digunakan mengakibatkan efek samping penurunan kadar darah. Padahal belum ada obat keculai insulin. Kemudian diteliti, dan disintesis suatu senyawa yang masih mengandung sulfonamid, senyawa ini dinamakan tolbutamid. Penemuannya fenomenal karena belum ada obat diabetes kecuali insulin.

Obat DM itu ada yang pankreatik, yakni Merangsang stimulus insulin dan non Pankreatik –>metformin, target adalah jaringan, yaitu meningkatkan sensitifitas reseptor insulin pada insulin pada jaringan. Solidenedion, pada PPAL gama, ditujukan pada seseorang yang mengalami resistensi insulin.

DM ada 2, tipe 1 dan tipe dua.

Sel beta tidak memunuhi target didalam menghasilkan insulin–DM tipe dua difesiensi insulin

DM resistensi insulin, di Indonesia paling banyak khaussnya, diakibatkan karena kondisi obesitas/kegemukan, karena pola makan dan pola hidup yang tidak baik

Kita makan otak kambing itu sama dengan makan nasi 20 piring. Kolesterolnya sama. Ini mengakibatkan menutup sel beta pankreas sehingga produksi insulin tidak normal. Kepekaan jaringan terhadap insulin itu akan berkurang..sehingga sasarannya pada jaringan

Klo kita mengkonsumsi makanan, maka makanan tersebut akan di ubah menjadi karbohidrat dari poli sakaradia menjadi disakarida. Misal amylum jadi maltosa. Di usus deduenum akan diubah monosakarida. Laktosa diubah galaktosa dan glukosa. Glukosa ini yang diabsorbsi , di pindah dari tempat absorbsi menuju sirkulasi sitemik. Di edarkan seluruh tubuh, karena glukosa digunakan untuk metabolisme menghasilkan energi. Glukosa disirkulasi sitemik bergerak di bantu oleh sel darah merah (hemoglobin), yang membawa glukosa dinamakan HBA1C. Digunakan marker pada penyakit DM. salah satu diagnosis DM adalah HBA1C. Penderita takut DM, penderita puasa 48 jam. Ketika dites, kadar glukosa rendah, padhal mengidap DM. tapi klo kita menggunakan HBA1C. Ketika kadar glukosa dalam darah meningkat, sedangkan sel darah merah umur 3-4 bulan, maka tidak bisa di bohongi meskipun puasa.setelah sirkulasi sitemik akan masuk ke dalam sel di ubah menjadi energi. Yang memasukan glukosa ke dalam sel adalah Glukose transporter 4, yang memasukan Glukose transporter 4 tergantung insulin. Dia teraktifasi jika dia diaktifasi oleh insulin.

Klo kita makan kadar glukosa tinggi, lalu nanti rendah. Rendahnya glukosa ini disebabkan oleh glukosa masuk ke dalam sel. Glukosa masuk ke sel karena ada Glukose transporter 4 yang di aktivasi insulin. Lalu, insulin itu darimana??? Jawabannya pasti dari sel Beta Pankreas. Tetapi, siapa yang menyebabkan insulin keluar??

Ternyata, glukosa dalam darah lah yang bisa merangsang pelepasan insulin dari sel beta pankreas?

clip_image001

Glukosa termasuk bisa menembus sel beta pankreas. Pada sel beta pankreas, terdapat glukose transporter tipe 2 (GLUT-2). Ini berbeda dengan GLUT 4 yang letaknya berada di dalam membrane dan baru ke permukaan membrane setelah ada stimulus dari insulin, GLUT-2 selalu tersedia di permukaan membrane. GLUT-2 selalu dimembrane sel beta pankreas. Otomatis glukosa masuk ke sel beta pankreas. Glukosa masuk ke sel beta pankreas, di dalam sel beta pankreas pun sama nasibnya, digunakan sebagai substrate metabolisme energi sehingga di hasilkan ATP. ATP ini yang kemudian meng in-aktivasi suatu kanal yang dinamakan ATP-sensitive K+ channel. (kanal potasium yang sensitive terhadap keberadaan ATP). Adanya ATP yang dihasilkan dari metabolisme energi mengakibatkan kanal potasium tertutup. Klo kanal potasium tertutup, maka (ion K+ yang lebih banyak didalam sel daripada diluar sel) potasium tidak bisa bergerak dari dalam ke luar sehingga kadar potasium meningkat. Potasium ion positif, sehingga mengakibatkan potensial aksi/potensial listrik pada daerah intrasel. Depolarisasi terjadi. Akibatnya potensial meningkat yang mengaktivasi suatu channel voltage gates Ca+ channel. (adanya voltase membuka kanal calsium). Akibatnya ion calsium masuk karena kadar didalam sel rendah. Klo kanal calsium terbuka, calsium masuk karena ion klsium jauh lebih banyak diluar daripada didalam sel. Mengapa demikian?karena sel itu berupaya menjaga kadar ion ini serendah mungkin. Suatu sel menjaga dengan jalan 1)mengeluarkan ion kalsium melalui proses kalsium eflux atau 2)menyimpannya di dalam retikulum endoplasma.

Pada saat Kalsium masuk, Akan terjadi perubahan /fungsional/fisiologi didalam sel tersebut, salah satunya proses eksositesis granul yang mengandung insulin sehingga akan melepaskan insulin.

clip_image002

Lalu insulin akan menempel pada reseptor insulin. Kemudian merangsang insulin signaling (Intraseluler) salah satunya menghasilkan glycogen siyntysis, dan mengakibatkan GLUT 4 yang berada di dalam sel naik menuju membrane sel sehingga glucose masuk didalam sel.

clip_image001[4]

Reseptor sulfonilurea adalah kanal ion, ketika reseptor sulfonilurea diaktivasi oleh obat – obat sulfonilurea, maka kanal potasium menutup. Akibat nya akan terjadi depolarisasi yang membuka kanal Calsium. Calsium masuk ke dalam sel beta pankreas sehingga terjadi peristiwa eksositosis dari granul yang mengandung insulin. Insulin keluar dari beta insulin terikut aliran darah menuju reseptornya.

clip_image002[4]

clip_image003

clorpropamid

Tolbutamid dosis yang menghasilkan efek adalah 500 mg. setelah tolbutamid release, maka disintesis klorpropamid, tetapi potensinya sama dengan tolbutamid.

clip_image004

glibenklamid

Disintesis glibenklamid, jauh lebih poten, lebih poten 100 kali dibanding tol butamid, hanya 2, 5 atau 5 mg. yang mengakibatkan penemuan obat dari tanaman jarang yagn sukses, karena glibenklamid itu sudah poten, murah lagi. Apabila di lihat dari struktur, glibenklamid masih mempunyai gugus milik sulfonil urea dan ditambah struktur baru penganti Clorida pada clorpropamid.

clip_image005

Glipizid 1 mg/0,5 mg menghasilkan efek antiDM. Yang ditekankan, glibenklamid disintesis terdapat dua struktur. Glibenklamid masih mengandung struktur sulfonil urea. Sebelah kiri, struktur non sulfonil urea dia bisa berinteraksi dengan reseptor sulfonil urea, sehingga seolah – olah bisa menghasliikan efek sulfonil urea..inilah alasan, mengapa glibenklamid menghasilkan potensi yang lebih tinggi daripada tolbutamid.

clip_image006

Oleh suatu ilmuan, dipotong di glibenklamid, sehingaa muncul obat diatbetes yang anamnya maglitiid (struktur glibenklamid dipotong yagn dipakai struktur non glibenklamid. Efeknya potensinya lebih rendah dibanding sulfonil urea. Tetapi kok digunakan??karena efeknya cepat. Kenapa cepat?

lagi mau ditanyaain….!!!!

1 Comment on Penemuan Dan Pengembangan Obat Berbasis Farmakologi Molekuler

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*