Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning BISNIS LOUNDRY Vs BISNIS DETERJEN – Andy eko wibowo

BISNIS LOUNDRY Vs BISNIS DETERJEN

 

Bisnis loundry sangat erat kaitannya dengan bisnis deterjen. Berikut adalah alasan mengapa bisnis laundry saling terkait dengan ekspetasi bisnis deterjen laundry supplyer : Bisnis laundry memiliki satu tujuan yakni pakaian bersih, tidak luntur, wangi, dan nyaman digunakan

Agar bisnis loundry dapat berjalan seperti yang diinginkan, maka pemilihan deterjen yang tepat dan sesuai dengan sekmen bisnis adalah solusinya. Pemilihan deterjen juga harus mempertimbangkan Cost yang dikeluarkan. Jangan sampai memilih deterjen dengan kualitas tinggi, namun cost yang dikeluarkan tidak sebanding dengan keuntungan. Dengan kata lain suatu kesalahan menggunakan deterjen murah agar memperoleh high profit. Namun lebih salah lagi jika menggunakan deterjen berkualitas tinggi dengan harga selangit. Oleh karena itu, diperlukan analisa yang cermat dan tepat dalam menggunakan deterjen baik dari segi harga maupun kualitas.

Berikut akan disampaikan tahap – tahap analisa yang harus dilakukan agar diperoleh deterjen yang tepat baik dari segi harga maupun kualitas :

1. Perlu memahami target pasar loundry yang akan di geluti, apakah bergerak dalam bidang yang menangani masalah – masalah ringan seperti noda rumah tangga, pakaian luntur, apek, dan noda membandel atau bisnis loundry yang menangani noda -noda khusus seperti noda darah (rumah sakit), noda oli (bengkel, reparasi mesin mesin berat, industri), noda tekstile, dan noda getah. Dengan memahami target pasar, pengusaha diharapkan dapat menentukan kebutuhan deterjen yang akan digunakan secara tepat.

2. Perlu membandingkan kualitas dari berbagai macam deterjen dan harganya. Kualitas yang dimaksud adalah kemampuan deterjen dalam membersihkan dan merawat pakaian. Pengusaha harus membandingkan kualitas produk yang ber ‘brand’ dijual eklusif dan mahal, ber ‘brand’ dijual eklusif, produk ber’brand’ di jual bebas di pasar, dan produk "non brand/curah". Dengan mengetahui tahap ini, diharapkan kita mampu memilih deterjen mana yang sesuai untuk usaha. Sesuai di sini maksudnya adalah sesuai dengan cost yang dikeluarkan untuk menyelesaikan permasalahan usaha.

3. Perlu mengetahui deterjen yang akan kita gunakan, apakah ramah lingkungan atau tidak. Hal ini berkaitan erat dengan idealisme usaha yang dibangun. Selain itu, dengan menggunakan deterjen ramah lingkungan, secara langsung usaha telah memenuhi legalitas dan secara tidak langsung meningkatkan minat konsumen.

4. Memperhitungkan cost deterjen. Apakah biaya yang di keluarkan mampu menyelesaikan permasalahan yang akan dihadapi atau malah menimbulkan kerugian bagi usaha.

Setelah melewati point –point ini, kita dapat mengetahui deterjen mana yang harus digunakan. Apakah deterjen ber ”brand” dengan harga mahal? apakah deterjen tanpa “brand” dengan harga murah ? atau deterjen entah itu berbrand atau tidak namun mampu menyelesaikan masalah bisnis dengan harga yang sesuai.

Perlu diketahui bahwa kualitas deterjen berbrand belum tentu lebih baik daripada non brand dan deterjen mahal pun belum tentu kualitasnya lebih baik daripada deterjen murah. Selain itu, pengusaha juga perlu mempertimbangkan apakah akan membeli isi deterjen beserta packaging dan biaya promosi atau membeli kualitas isi deterjen yang ada dalam deterjen.

Dari keempat point diatas, maka di bab selanjutnya penulis akan membahas secara lengkap mengenai :

1. Target pasar laundry dan penggolongan noda

2. Deterjen Loundry (Deterjen secara umum, Komponen Deterjen, Kriteria deterjen berkualitas & deterjen ramah lingkungan)

3. Metode ilmiah dan praktis untuk mengetahui kualitas deterjen Loundry.

4. Langkah – langkah memilih deterjen untuk bisnis

5. Chemical pendamping usaha loundry

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*