Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning KAPAN PASIEN HARUS DI RUJUK KE DOKTER?? – Andy eko wibowo

KAPAN PASIEN HARUS DI RUJUK KE DOKTER??

Dear kawan…kali ini andy akan menginformasikan tentang tindakan apoteker saat menerima pasien meminta obat (OTC maupun OWA) tanpa resep dokter, namun ternyata setelah melihat tanda – tanda yang ada pada sakitnya pasien, maka apoteker harus segera melakukan tindakan untuk merujuk pasien tersebut ke dokter.

Nah…pada waktu kapan , apoteker harus merujuk pasien yagn datang kepadanya ke dokter???

Ada 5 kriteria umum yagn dapat dipergunakan untuk mengidnetifkasi bahwa pasietn tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Mari kita simak kriteria tersebut :

 

Kriteria pertama berhubungan dengan usia pasien.

Apabila apoteker mendapatkan pasien dengan usia kurang dari 6 bulan atau lansia maka jangan sampai kita memberikan obat OTC. Lebih baik di rujuk ke dokter. Hal ini berkaitan dengan fungsi organ ginjal*** dimana pada bayi belum sempurna serta pada lansia fungsinya telah berkurang secara drastis. Akibatnya respon tubuh akan berbeda dengan pasien yang berumur selain itu, meskipun dosisnya sesuai dengan aturan.

***,,,ginjal berfungsi untuk mengeliminasi obat dari peredaran darah dan dikeluarkan melalui urin.

 

Kriteria kedua adalah berat ringannya gejala yang ada

      – nyeri di dada, hal ini terkait dengan penyakit heart failure (angina pectoris). MEskipun demikan, secara etika, kita harus menyampaikan kepada pasien secara bijaksna, sehingga tidak menyebabkan kondisi psikologi pasien down.

     – panas yang sangat tinggi, bisa saja panas ini terjadi karena dampak dari penyakit yang dideritanya.

    – fases (tai, eek) berwarna kehitaman. ada tanda kemungkinan terjadi pendarahan yang jauh dari rektal. Jika warna masih agak merah, maka pendarahan terjadi dekat di rektal.

   – nyeri perih sekali, seperti terbakar, menusuk – nusuk.

  -  sputum yang berwarna kehijauan. diduga terjadi infeksi bisa jadi di paru – paru ataupun di lambung.

 

kriteria ketiga adalah durasi sakit

apabila bayi atau anak kecil menderita diary lebih dari 24 jam, maka harus segera di rujuk ke dokter. Namun apabila dewasa tidak. Meskipun demikan, apabila dewasa kok diary rutin, setiap minggunya pasti diary, maka kita tidak mungkin kan memberikan obat diary selalu setiap dia diary. bahkan bisa saja kemungkinan terjadi kanker yang ada diusus. sehingga perlu di rujuk ke dokter.

untuk masalah diary, dikatakan spesifik dan harus di rujuk ke dokter apabila berbuih dan berbau spesifik (yo tapi jangan dicium cah…!!!

 

kriteria keempat adalah keluhan – keluhan yang spesifik seperti kondisi spesifik dan penggunaan obat

misalnya pasien dengan DM akan mudah mengalami gangrene,

contoh laina dalah pasien yang menggunakan imunosupresan, jika terjadi keluhan cold, salesma, maka dapat cepat sekali menjadi pneumonia

 

kriteria kelima adalah wanita hamil

biasanya obat – obat OTC tidak menerangkan adanya kontraindikasi atau efek samping tentang adanya pada wanita hamil.seperti efek teratogenik atau apa. jadi hati – hati ya…

2 Comments on KAPAN PASIEN HARUS DI RUJUK KE DOKTER??

  1. wah, ilmu memang mahal. meskipun ada beberapa istilah yang ga ngerti tapi aku bisa nangkep pesannya. aku kan biasanya sok tau kl soal obat, jd kl sakit main obatin sendiri aj. Ternyata kita memang harus serahkan urusan yg kita g tau pada yg ahli hmmm…thanks ya Andi ilmunyaaa….

  2. mbak fieta–>oke mbak..alhamdulilah klo ternyata bermanfaat..ilmu memang mahal mencarinya, tapi insyaallah aku akan berikan gratis ilmu yang aku miliki ke semua orang yang membutuhkan…hehehe

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*