Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Dispensing ERROR – Andy eko wibowo

Dispensing ERROR

Apoteker harus bertanggung ajwab untuk melakukan dispensing secara akurat sehingga obat yang diberikan ke pasien menjadi tepat dan aman. Untuk itu apoteker harus mengembangkan suatu prosedur yang bisa mengatasi terjadinya kesalahan seperti emmbuat suatu protab disetiap titik yang rawan terjadinya kesalahan dan menunjuk pegawai untuk menjadi penanggung jawabnya. Selain itu juga harus memastikan obat terdistribusi secara aman.

Untuk membuat kedua hal tersebut, sebelumnya kita harus tahu error yang sering terjadi di apotek :

a. memberikan/mendispensing obat yang salah, obat betul tapi dosis salah, atau keduanya, termasuk juga salah memberikan obat (misal obat yang diberikan harusnya sublingual eh malah dikasih tablet biasa)

b. lupa atau gagal dalam melakukan konseling kepada pasien dan kegagalan dalam mengidentifikasi interaksi obat dan kontraindikasi obat (keadaan dimana obat itu tidak boleh diberikan)

Yang bisa menyebabkan kesalahan (dispensing error):

LIngkungan kerja

bagaimana lingkungan harus diciptakan agar tidak mengganggu kinerja orang yang bekerja, seperti layout tunggu pasien, ruang peracikan jangan terlalu kecil, ruang penyimpanan obat desain baik.

 

Selain itu beban kerja yang ada harus se ideal mungkin, seperti jangan sampai 1 apoteker mendispensing resep 15 resep/jam. Farmasis juga perlu istirahat setiap 2-3 jam serta perlu snack.

Distraction (gangguan) yang sering terjadi :

a. dering telephone. sehingga jika meletakkan telephone jangan sampai dekat dengan meja peresepan/tempat peracikan obat. pegnatasannya bisa saja telephone diserahkan kepada kasir atau siapa yang bertanggung jawab tetapi tidak boleh dilepas begitu saja, karena biasnaya ada telepn yang benar-benar memerlukan kita sebagai informan.

b. pergantian shif atau beban kerjanya kurang. menyebabkan banyak ngobrol pekerja. Ngobrol boleh tapi harus diminimalkan waktu kosongnya.

 

Berikut juga akan disajaikan critical step pada saat dispensing :

a. review dan assessment resep (terutama untuk yang apda waktu membaca resep perlu konsentrasi)

b. memasukkan data ke komputer.

c. memilih obat yang mau diberikan harus tepat dan benar

d. mengambil obat dengan memastikan melihat waktu kadaluarsanya .

e. saat menghitung dan menimbang obat

f. penempelan label/etiket

g. double checking resep—>sebaiknya resep dicek oelh lebih dari satu orang

h. mengembalikan obat apda tempatnya . ini pengaruh jika memiliki gudang obat. sebaiknya disimpan menurut efek farmakologi, jenis obat (untuk obat keras, serta meletakkan obat dari yang ED nya kurang ke hampir ED)

i. Konseling pasien

j. verifikasi reesep pada penulisnya (dokter)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*