Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning PERTEMUAN KE 3 KOPI (TALK LESS, DO MORE..ACTION MORE…) – Andy eko wibowo

PERTEMUAN KE 3 KOPI (TALK LESS, DO MORE..ACTION MORE…)

Dear temen-temen, kali ini andy akan bercerita tentang hasil pertemuan ke tiga KOPI pda tanggal 27 februari 2011. Pertemuan ini dihadiri sampai delapan orang, umlah yang banyak menurut andy.

OH iya temen-temen, sebelum memulai bercerita, andy tak bosan-bosan ngingetin bahwa KOPI ini adalah komunitas bebas, dimana di komunitas ini temen-temen boleh masuk dan keluar dengan “kesukaan dan relawanan” temen-temen, asalkan temen-temen udah menyelesaikan pekerjaan yang temen –temen kelola. Terus terang juga, temen –temen diharapkan ikut membantu pemikiran ketika temen-temen tidak berkecimpung secara lahiriyah di sini. Oh iya, sama satu lagi, pergerakan KOPI ini nampak lambat sekali (memang lambat menurutku), tapi aku memahami, karena komunitas ini dibentuk oleh orang –orang yang  sibuk dengan berbagai kegiatan individunya. Andy tidak akan menyalahkan itu, bahkan andy mendukung kesibukan temen-temen. Andy juga sudah berterima kasih dan bangga ketika temen-temen ternyata bersedia menyumbangkan tenaga, ide, dan waktu meskipun sibuk banget, (andy juga sibuk), so….disini harus bener-bener di pahami, bagi temen-temen yang semangatnya benar – benar menggebu – gebu untuk melakukan pergerakkan secara revolusioner sepergi pergerakkan –pergerakkan yang kebanyakan terjadi secara cepat dan lugas. Intinya Komunitas ini merupakan komunitas yang dibangun sebagai akses dimana “nantinya” menjadi akses kita untuk berbuat suatu “HAL” kepada tanah kelahiran kita, dan “saat ini” kita baru membuka aksesnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat ditengah-tengah kesibukan kita. So ketika kita nanti dah sukses , maka akan terjadi lecutan –lecutan atau keinginan –keinginan untuk berbuat kebaikan tentunya dengan kreative, inovatif, dan santun.

Oke temen-temen…akan andy ceritakan mulai dari tahap persiapan memulai rapat. dimana persiapan ini andy susun pada tanggal 26 februari 2011.

tentunya andy sudah merencanakan alur rapat, agar suara temen-temen bisa terdengar dan merasa tidak diperbudak (hehehe), kemudian juga mengarahkan agar rapat berjalan terarah. alurnya adalah sebagai berikut :

1. membuka rapat,

2. menjelaskan tentang survei kemarin—>membedah tentang kemiskinan

3. menanyakan bagaimana menurut temen-temen?

4. menyanyakan pergerakan seperti apa yang akan di inginkan?

5. lalu usaha apa yang kita lakukan?

6. setelah itu aku mengemukakan rencana ku dengan merangkul rencana –rencana temen-temen yang telah diungkapkan.

7. bertanya kepada temen-temen, mau menambahkan rencana?

8. Langkah teknis yang akan kita lakukan, dari temen-temen apa?menambahkan langkah teknis dari ku?

9. pembagian JOB.

 

oke…

delapan orang yang hadir kemarin,

ini data mereka yang hadir kemarin dari berbagai latar, kehebatan, dan keunggulan spesialis masing – masing :

Ibnu

Febri

ziqin

acha

yonika

rina

febri

siti fatimah

dan saya….

 

dari temen-temen, maka aku sempat menangkap berbagai difinisi kemiskinan. dan kita  menarik kesimpulan bahwa kemiskinan itu tidak MUTLAK hanya penghasilannya yang rendah, namun juga pola pikir konsumtif para pemulung dan pengemis yang tidak diprediksi mengakibatkan penghasilan mereka tidak terpenuhi. di sini ada yang kurang benar , yakni POLA PIKIR terutama pola pikir orang tua.

dari pola pikir orang tua ini, maka solusi yang menurut kami mungkin mampu menyelesaikan permasalahan tersebut adalah menghentikan pola pikir itu. Ada dua jalan untuk menghentikan pola pikir tersebut, yakni menghentikan melalui jalur orang tua dan memutus pola pikir itu agar tidak tertular ke anak-anaknya. melalui jalur orang tua maka hal ini merupakan sebuah tantangan bagi kita sedangkan melalui jalur anak –anaknya adalah sebuah kewajiban yang harus kita jalankan. Untuk jalur orang tua diperlukan training –training motivator dan kewirausahaan yang dibarengi dengan training keuangan dimana tentunya harus ada action penghasilan tambahan bagi mereka. Untuk jalur anak –anak adalah sebuah pendidikan dimana pendidikan yang hebat mampu mengubah persepsi mereka tentang pola pikir dan semngat mereka untuk tumbuh maju menggapai masa depan. Pendidikan yang dimaksud kemarin adalah sekolah formal (beasiswa) dan pendidikan non formal berupa training –training.

dari konsep tersebut maka muncul 3 tindakan yang harus kita lakukan :

1. Penetrasi sosial agar mampu berinteraksi dengan obyek..

2. Memperhatikan  pendidikan anak -anak

3. Merubah pola pikir orang tua dengan motivator training serta tindak lanjut pekerjaan (part time) yang dapat dilakukan tanpa harus bergantung kepada kita dan juga motivator management keuangan

 

disini tindakan ini unrealistik untuk 100% berhasil. namun kami akan mencoba mengimplementasikannya.. Kita lihat saja, seberapa persen kegiatan ini akan berhasil.

Untuk penetrasi sosial kita berencana untuk mengajari ngaji anak – anak dan mengadakan pengajian. Bagian ini akan di koordinator oleh Ibnu dan Yanse…Disini ada tugas yang begitu penting sambil berjalan, yakni mendata usia anak – anak dan pendidikan mereka serta motivasi mereka dalam belajar (di pegang oleh yonika dan rina) serta mengidentifikasikan permasalahan- permasalahan teknis yang dapat diselesaikan dengan creative (dipegang oleh ziqin).

Untuk bagian pendidikan, maka Siti fatimah berusaha untuk membuat jalur akses relasi beasiswa dan kebutuhan anak – anak untuk pendidikan.

sementara itu, andy dengan silvia dwi dan febri bertugas untuk mencari motivator training baik untuk orang tua maupun anak – anak nya(untuk mandiri dan perubahan mental) sambil mengumpulkan inspirasi-inspirasi pekerjaan partime yang dapat mereka lakukan sembari menunggu proses penetrasi berhasil.

 

Pada saat itu, juga kami mencoba mendengar pendapat temen-temen mengenai bagiamana  pemberian beasiswa apakah layak atau tidak. Karena pada saat itu aku memberikan tawaran komitmen kepada temen-temen, apakah kita akan berkelanjutan memberikan bantuan pendidikan kepada mereka sampai perubahan pola pikir atau hanya sekedar satu event saja. Berikut pendapat temen-temen :

si A: tergantung, namun yang jelas, untuk ini, kita harus buat organisasi dulu.

si B; sampai SMP dulu aja, atau kita melihat taraf pendidikanmereka dulu, baru kita putuskan selanjutnya

si C; survei dulu, identifikasi tanpa beasiswa berapa anak.

si D: Apabila kita terus menerus memberikan link – link beasiswa, aku yakin, mereka akan manja dan hanya berpangku tangan saja kepada kita

si E: kita akan memberikan training motivasi ke orang tua, aku rasa anak – anak juga butuh training motivasi agar pola pikir mereka berubah dan punya semangat untuk belajar

si F : survei kesana, kita lihat setelah kita penetrasi disana

si G : beasiswa jangan sampai jatuh ketangan orang tua, tapi langsung ke sekolahnya agar tidak digunakan hal yang lain.

si H : jangan lupa juga training motivasi untuk kita anggota KOPI

si J : pendidikan smpai smp itu dihandel oleh dinas sosial, maka gimana caranya kita mendidik anak – anak usia sd, smp agar punya semngata untuk melanjutkan ke SMA dan mencari beasiswa SMA.—>karena kebanyakan anak anak disana mentalnya setelah smp berhenti sekolah.

 

dalam pertemuan itu juga kita dapat relasi seorang yang menawarkan diri menjadi motivator, yakni mas Bio, pemiliki di Gi Box, serta beasiswa sampurna ransum beserta no Handponenya.

 

Besok sabtu kami team penetralisasi akan berangkat ke tempat untuk mulai masuk ke acara bantu – bantu mrivat ngaji.

 

Oh iya..tugas bagi temen-temen yang tidak hadir adalah

1. mencari kan relasi –relasi motivator yang harus kami hubungi

2. mencari usaha-usaha yang dapat dijadikan partime

3. bersedia datang atau mencarikan orang untuk membantu kami memulang ngaji..

4. pikiran –pikiran lain yang berhubungan dengan kegiatan ini dan memacu semangat temen-temen.

demikian dari andy. terima kasih…

 

Nb

maaf ya temen-temen, update beritanya telat, karena prioritas kegiatan pribadi andy yang bener-bener membuat andy tak bisa meluangkan waktu untuk KOPI. tapi tetep semangat dan perbaiki endurence…

 

aku kemarin sempet belajar ilmu orang yang spesial, yakni ma direktur marketing bintang toedjo, (sing dodolan ekstra jos), dia mengatakan :

kesuskesan itu adalah menaiki puncak yang satu menuju puncak  lainnya. Jika kalian ingin menaiki puncak itu, maka ada 4 tahapan yang harus kalian lakukan, yakni bermimpi, melakukan hal kecil, action, daya juang atau endurence (keterulangan).

percayalah…mimpi KOPI juga akan terwujud.

1 Comment on PERTEMUAN KE 3 KOPI (TALK LESS, DO MORE..ACTION MORE…)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*