Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Alasan Kenapa Deterjen memudarkan pakaian – Andy eko wibowo

Alasan Kenapa Deterjen memudarkan pakaian

Dear temen ….

kali ini aku akan menuliskan tentang kenapa pakaian baru kita lama – kelamaan warnanya menjadi pudar.

Yang jadi pertanyaan kita adalah, apa yang menyebabkan warna pakaian kita ini memudar?

Apakah karena pencucian ? Apakah karena deterjen yang kita gunakan saat pencucian? Apakah karena sinar matahari merusak warna pakain saat kita melakukan penjemuran?

Oke….dengan pertanyaan pertanyaan itu kita sudah mulai memetakan masalah dan berpikir ilmiah.

Sekarang ini lah jawabannya…

Semua zat berwarna yang ada di bumi ini bisa berwarna karena suatu senyawa kimia. Senyawa kimia yang bagaimana yang bisa memberikan warna? Yaitu senyawa yang dalam bahasa Farmasi disebut senyawa kromofor (crhomophoric coumpound). Apa itu senyawa kromofor? Senyawa kromofor adalah senyawa yang memiliki ikatan rangkap selang seling. seperti gambar dibawah ini:

image

berbeda panjang ikatan rangkap selang seling maka berbeda pula warnanya. Struktur senyawa paling bawah adalah struktur derivat kurkumin yakni senyawa penghasil warna kuning yang dimiliki oleh kunyit. Warna orange pada wortel, juga disebabkan oleh senyawa beta karetenoid (caretenoid compound) dimana memiliki jumlah panjang ikatan rangkap selang seling yang berbeda dengan senyawa yang ada di kunyit sehingga warnanya berbeda.

Lho??kok malah ngomongin tomat dan kunyit sih mas??apa hubungannya??

Gini lho hubungannya,

sama halnya dengan warna pakaian dan noda /kotoran pada pakain, juga memiliki senyawa kromofor.  Panjang ikatan selang –s eling antara pakaian dan noda berbeda sehingga warna yang dihasilkan oleh keduanya juga berbeda.

Meskipun sama-sama memiliki senyawa kromofor, Kadar senyawa kromofor yang dimiliki oleh kotoran/noda adalah sangat – sangat sangat sedikit sekali apabila dibandingkan dengan kadar senyawa kromofor yang ada di dalam pakaian karena senyawa kromofor dalam pakian meliputi seluruh pakaian dan itu merata sementara noda hanya sebagian kecil pakaian dan tidak merata.

________________________________________**************__________________________________

Sebelum menuju jawaban, kita harus tahu komponen yang memudarkan pakaian pada deterjen dan kenapa komponen ini ditambahkan ke dalam deterjen.

deterjen yang baik haruslah dalam formulanya mempunyai kandungan senyawa yang bisa mencemerlangkan pakaian dan menjadikan pakain bersih dari noda. Sebenarnya bahasa mencemerlangkan kurang tepat, lebih tepatnya memutihkan pakaian, namun maksud memutihkan pakaian ini bukan memutihkan dalam artian putih susu, namun putih air putih, jernih sehingga noda/kotoran tidak terlihat. kata bersih dari noda sebenarnya juga tidak tepat, karena terkadang ada juga noda yang tidak ditampakkan saja dari mata dan masih menempel di pakaian.

Nah…cara kerja dari si pencemerlang pakaian ini alias pemutih ada dua sistem, sistem pertama adalah sbb:

image_thumb10

Pertama, kondisi kotoran yang ada dalam kain akan diserang oleh si pencemerlang

 image_thumb6

Kedua, Pemutih atau pencemerlang akan bereaksi dengan kotoran dimana hasil reaksi ini akan memutuskan ikatan kimia pada kotoran.

image_thumb8

Ketiga, akibat penyerangan menggunakan reaksi kimia ini, kotoran menjadi kecil – kecil dan terpisah pisah. Nah, setelah terpisah – pisah seperti ini, bisalah kemudian komponen lain dari deterjen yang bernama surfaktan mengangkat noda /kotoran sehingga kotoran hilang dari pakaian, atau si pencemerlang ini atau si pemutih melanjutkan kerjanya menggunakan proses yang kedua. Inilah proses yang kedua teman – teman. andy jelasin ya. Gambar dibawah ini, yang sebelah kiri merupakan gambar untuk menjelaskan proses bagaimana pemutih membuat kotoran tidak nampak di mata atau invisible (Anonim, 2010) sedangkan sebelah kanan merupakan penjelasantentang proses bagaimana kotoran tidak nampak di mata  namun melalui ilmu kimia organik yakni mekanisme reaksi ( andy, 2010)):

image_thumb11   image_thumb19

 image_thumb21

Pemutih akan memutuskan  ikatan rangkap selang seling tersebut melalui proses reaksi oksidasi. Jika dijelaskan dalam bahasa kimia organik, maka pemutih (HX) akan bertindak sebagai nukleofil (gugus yang kaya elektron). Karena terlalu banyak elektron (bermuatan negatif), gugus ini tidak stabil sehingga untuk menstabilkannya dia harus mencari pasangan elektron dari senyawa lain. Eh…kebetulan, yang ada di mesin cuci, senyawa lain yang dicintai oleh senyawa pemutih itu ya cuma senyawa kromofor. Alasan kenapa senyawa pemutih cuma cinta terhadap senyawa kromofor adalah karena ikatan rangkap selang – selingnya itu. Dalam ikatan rangkap selang – selingnya itu terdapat elektron yang lemah ikatannya dengan elektron pasangannya, dalam bahasa kimia sering disebut ikatan phi. Nah…karena ikatan ini lemah, sementara si pemutih ini sangat gencar dan lebih kuat untuk mengikat si elektron dalam ikatan rangkap itu, maka jadilah salah satu elektron dalam ikatan rangkap itu meninggalkan pasangannya dan menjalin ikatan dengan senyawa sipemutih itu.  

image_thumb13  image_thumb25

Akhirnya ikatan antara elektron yang banyak dari sipemutih dengan salah satu elektron dari ikatan rangkap itu membentuk ikatan yang lebih kuat dibandingkan ikatan phi tadi, sering disebut dalam bahasa kimia ikatan sigma. ikatan ini jauh lebih kuat dan tidak mudah dilepaskan daripada ikatan phi. 

image_thumb14 image_thumb28

Hal ini terjadi pada seluruh ikatan rangkap senyawa kromofor sehingga senyawa tersebut menjadi tidak memiliki gugus kromofor lagi. So…dia harus melakukan ruwatan untuk berganti nama karena namanya sudah bukan senyawa kromofor lagi. Terserah dia mau memilih nama apa, tapi yang jelas, karena pada senyawa itu sudah tidak memiliki ikatan selang – seling, maka warna yang ditimbulkan oleh ikatan itu pun tidak muncul. Akibatnya senyawa (yang belum menentukan namanya sendiri itu) akan menjadi warna bening/tidak  nampak oleh mata. Inilah kenapa dari pertama tadi aku menyebutkan bahwa istilah membersihkan dari noda itu salah.

————————————–**********———————————————-

Nah…jadi sekarang kita bisa menjawab kenapa deterjen memudarkan pakaian, karena sebenarnya yang di”tutupi/tidak terlihat  mata”oleh deterjen itu tidak hanya kotoran/noda saja, namun juga warna pakaian kita. Hanya saja, karena kadar senyawa kromofor dalam pakaian kita ini adalah banyak sekali, maka butuh waktu lama deterjen untuk merusak senyawa kromofor tersebut sehingga dampak tidak terlihat oleh mata kita bisa lebih lama daripada noda.

 

Sekian penjelasan saya…………..Bohong jika ada yang bilang deterjen melindungi warna pakain anda, atau mengaku mempunyai formula yang membuat warna anda tidak pudar. Adapun jika mereka jujur mengatakan bahwa tidak memudarkan pakaian, maka dia tidak memiliki formula deterjen yang memutihkan pakaian.

bagaimana dengan deterjen yang kami formulasikan?

Ya…saya akui bahwa deterjen saya sama saja, yakni membuat warna memudar dan itu tidak bisa kami hindari, karena pudarnya pakain tersebut adalah efek samping dari deterjen kami membersihkan pakain teman – teman. Hanya saja, kami selalu memegang prinsip perusahaan, bahwa kami menggunakan pemutih dari golongan yang ramah lingkungan (baca di bab golongan pemutih pakain), dan kadar optimal. Kadar optimal artinya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, namun kami telah melakukan optimasi agar kadar/konsentrasi pemutih dalam deterjen masih bisa bekerja sesuai kerja diatas namun kadarnya dicukupkan untuk menghilangkan kadar senyawa kromofor dalam kotoran saja (tidak terlalu kuat). Senyawa pemutih hanya akan menghilangkan senyawa kromofor pada baju sedikit sehingga baju akan lebih lama memudar.

Selain itu, kami juga lebih memperbanyak surfaktannya, agar  pemutih hanya melaksanakan tugas yang pertamanya saja(padahal g mungkin, red), yakni memecah – mecah kotoran sehingga setelah noda/kotoran kecil – kecil, maka surfaktannya lah yang langsung membersihkan.

Ada pertanyaan kenapa G surfaktan aja dan g usah pemutih yang dipakai? Soalnya surfaktan itu, tidak bisa mengangkat noda yang berkumpul terlalu besar (inilah alasan kenapa mencuci harus dikucek) sehingga harus dipecah – pecah dulu oleh si pemutih eh si pencemerlang.

Trus ada pertanyaan, apakah formulasi deterjen yang bagus cukup sipencemerlang dan surfaktan saja? jawabannya adalah tidak, karena masih ada si antiredeposisi (biar kotoran g balik ke pakain), masih ada si antikarat (karena efek samping si pemutih selain memudarkan warna juga mengoksidasi besi sehingga bisa berkarat), masih ada si penguat dan si pengaktif surfaktan(karena si surfaktan klo kena logam Ca,Fe,dll menjadi tidak mampu mengangkat noda), ada si pewangi (yang tidak hanya sekedar mewangikan tapi masih ada fungsi lain yang lebih hebat), masih ada si kecil penelusur serat – serat agar serat menjadi kuat, masih ada si pembuat tidak apek yang merusak eek si bakteri(karena kita sadar bahwa si pembuat apek itu adalah sisa – sisa metabolisme bakteri dan kita tidak akan bisa menghilangkan bakteri –coz g bahaya dipakaian, serta deterjen kita emang ramah lingkungan-tidak membunuh bakteri), masih ada pepe pe pe (apa ya nyebutnya, biar pakaian itu g kusut, heheehe), masih ada pe pe lainnya (capek nulisnya dan ngantuk udah jam 1). Tapi tenang aja, bakal aku jelasin secara ilmiah satu persatu.

Tunggu semua penjelasannku secara ilmiah dan sekalian akan saya kasih tahu bagaimana mengecek jika deterjen itu punya kualifikasi seperti diatas, eits..dikasih tahu g ya, entar klo yang baca musuh dari pasar kami, berarti kami rugi dong!!G….akan saya bagikan juga ilmunya.biarlah ilmu ne menjadi milik bersama, saya iklas lilahi ta’ala, klo memang rejeki kami, ya biarlah datang, klo g ya biarlah pergi (halah…iklas kok di umuk – umuk ke…heehe). Yang jelas, insyaallah,..saya akan ikut – ikutan cara berdagangnya rosul (eh bukan saya ding yang berdagang, tapi marketing…heheehe), yakni ungkapin kelemahan dan keunggulannya. Tak boleh menutup – nutupinya.

prinsip ku…

ilmiahkan semua yang ada , agar kalian tak terbodohi oleh TV, heheehe

salam

Andy Eko Wibowo

Kepala Laboratorium & Gudang PT.Indah Semesta Raya

Detergen OXydafit pertama di Indonesia, bersih , ekonomis,& ramah lingkungan

Cocok untuk mesin cuci dan bisnis loundry anda

Telah memiliki surat BPOM dan DEPKES

Selogan saya,

Ilmiahkan semuanya agar anda tak tertipu.

Harga,

ditentukan oleh kantong anda, bisa dengan merk anda, tapi ada patokannya.

Pemesanan seluruh Indonesia di layani

6 Comments on Alasan Kenapa Deterjen memudarkan pakaian

  1. tadinya mau aku baca mas, judulnya rada2 menarik ntar ada tips n trik takkirain, tapi kedawan mas, terlalu ilmiah hehehe, jadinya blom baca mpe tuntas aku 😛

  2. hahah…intinya gini mer…deterjen memudarkan pakaian karena senyawa yang membuat warna di pakaian ikatan – ikatan rangkapnya ikut dirusak, sehingga membuat senyawa tidak berwarna…

  3. td pagi adekku nanya tiba-tiba.kenapa c pemutih it bisa ngilangin warna?emang apa isinya? trus aku jwb ngasal.' liat aj di botolnya..!!' hehe..jawaban yg g memuaskan sebenarny…=P
    aku jg jd penasaran habis it. sempat terpikir jg ada hubungannya sm gu2s kromofor.tp g tw reaksiny gmn. eeh…ketemu post ini..setelah dibaca aku jd ngerti…thanks y mas..sukses dgn produkny..=)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*