Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Sastra I – Andy eko wibowo

Sastra I

Dear temen…aku baru baca – baca lagi tulisan yang pernah aku buat, eh ternyata ada yang lumayan keren….boleh dibaca, boleh dimaknai, boleh diacuhkan….cuma pengen share aja….

sahabat…ingatkah engkau pada kata cinta…

ya…cinta yang membuat kita merasa eksis dalam dunia ini…

sahabat…pernahkah engkau merasakannya…

merasakan hidup…merasakan kita ini hidup karena mencintai seseorang…

saat kita bahagia…dia adalah orang yang pertama kali merasakan kebahagian kita…

saat kita hilang motivasi…ia adalah orang yang mengobarkannya

saat kita lupa akan suatu hal…ia selalu mengingatkan kita

saat kita mengharapkan sosok pendamping, seakan – akan ia malaikat yang selalu ada untuk kita

saat kita membutuhkan pertimbangan, ia muncul sebagai sosok paling bijaksana menurut kita

saat kita merana dan merasakan kesendirian, dialah sosok penolong yang membuat diri ini tidak sendiri

begitu pula sebaliknya, ia sangat butuh kita, ia sangat menginginkan kita disampingnya, ia sangat menginginkan kita mendampingi segala rutinitasnya…

betapa bahagianya sahabat…sungguh…mungkin jika engkau merasakannya…engkaulah orang yang paling beruntung didunia ini…

selalu ada yang membangunkan kita diwaktu sepertiga malam…selalu ada yang mengingatkan kita sudah waktunya sholat…selalu ada yang mengingatkan kita untuk makan…selalu ada yang mengingatkan kita akan berbuat kebaikan…selalu ada hal yang begitu berat…apabila dengan semangatnya akan terasa ringan….

wahai sahabat…baik engkau laki – laki atau wanita, pernahkah kalian merasakannya????

wahai sahabat…sungguh indah bukan dunia ini….

kita tak akan bisa melepaskannya …karena kita tiada bisa hidup tanpanya….

kita tak akan bisa melupakannya…karena kita telah terpatri padanya..

kita tak akan bisa jauh darinya…karena kita telah terikat padanya…

tapi…

namun…

akan tetapi…

tanpa disadari…

Sahabat….aku,aku, dan aku….

teriring kata bahwa aku mencintai seseorang …

teriring kata bahwa aku sayang seseorang …

tidak semua jalan itu mulus…tidak semua kehidupan itu sesuai harapan…dan tidak semua cerita diatas itu selalu muncul….

sahabat…

saat merasakan bahwa aku sangat mencintainya…saat merasakan bahwa aku sangat menyanyanginya….saat yakin tidak akan kehilangannya…suatu masalah muncul…kenyataan yang amat menyakitkan tercipta…keindahan yang kita lalui bersamanya sewaktu bersanding bagaikan mimpi – mimpi belaka…

saat sadar bahwa ia tidak lagi menjadi ia dalam lusa, hati remuk redam terpuruk oleh gondam…

saat sadar bahwa ia tidak lagi mengingatkan akan bahasa bersanding, rintihan hati amatlah perih pedih menyayat hati…

saat sadar bahwa bukan ia “ yang dulu “ yang dihadapi , kucuran air mata mengalir deras tiada henti melewati pintu hati….

saat kerinduan ini terhujung dalam ubun – ubun, sungguh…sakitnya melaknat otak ini…menghempaskan aku kedasar jurang…menghenyakkan jasmani hingga tak berdaya, tiada tenaga…

saat hilang sosoknya bersama perhatian -perhatian yang diberikan, sungguh…hati tercabik – cabik merlaknat seluruh dunia

saat kenangan kembali menaiki dasar ruh, sungguh…sakitnya tiada mampu tertahan…tiada lagi motivasi untuk hidup, tiada lagi kobaran api untuk menghangatkan hati…dan rasa – rasanya kering… sendiri…

saat saat mengingat keindahan yang dulu kita lalui…oh….sungguh…itu hanya bagaikan golok kenangan yang meleburkan dada ini…sakitnya bukan main…

saat merasakan hal ini…begitu bodoh merana…motivasi hidup tiada lagi, melangkah maju tiada keinginan, tiada ingin menerima kenyataan, belajar tiada niat, dikeramaian bagaikan hidup bersandingkan nisan, mulut tiada berani membuang bahasa, dan harapan semakin membumbung tinggi untuk kembali seperti dulu, tapi itu hanyalah mimpi – mimpi berlaka….dan seakan – akan dunia memperolok kita…mencaci maki akan kehidupan kita…

wahai sahabat…aku tidak ingin mengatakan bahwa ini terasa berat…namun tiada berkatapun hidup ini sungguh berat…ingin rasanya aku tiada jasad…ingin rasanya aku tiada ruh….

wahai sahabat…pernahkah kau rasakan seperti apa yang aku rasakan….

merana….sungguh merana….itik kehilangan induknya tidak merana seperti ini…ia masih bisa berkwek – kwek memanggil induk….

sungguh merana…aku tiada bisa seperti itu…berkwek – kwek memanggil siapa diriku ini…sungguh….aku ingin dikasihani….saat itu….

wahai sahabat…ternyata aku saat ini…aku saat itu…telah bodoh….

wahai sahabat…ternyata aku saat ini…aku saat itu…telah dungu…

taukah engkau sahabat…

saat aku menyukainya…aku menghapus suka terhadap Sang Kholik

saat aku menyanginya aku menghilangkan sayang terhadap Tuhanku

, saat aku mencintainya…, aku mengambil cinta Sang Maha Pencinta

, cinta terhadap Tuhanku,Allah Swt…

saat aku dekat dengan dirinya,tanpa sadar aku menjauh dariPemeliharaku,saat aku memimilikinya, aku melepaskan Pengasuhku….

saat – saat itu, saat – saat aku mencintainya…terhapuslah cintaku padaMu

walaupun tanpa sadar…walaupun saat itu aku masih menyembahMu, walaupun saat itu aku masih ingat Engkau…tapi tetap saja…cintaku padanya, menghilangkan cintaku padaMu….

wahai sahabat…mungkinkah aku masih bisa mencari cinta kepada Tuhanku?

wahai sahabat…kini…saat ini….aku minta nasihatmu???

aku telah mendekatkan diriku dengan kebahagian….tapi aku melupakan Si Pemberi Kebahagian….

aku telah mencintai dunia ini dengan sepenuh hati….tapi tanpa disadari aku menjauh dari Si Pemberi Hati…

aku telah menjadikan keindahan dunia ini…tapi tanpa disadari aku merusak sebagian keindahan cinta Pencipta kepadaku…

wahai sahabat…bagaimanakah sebenarnya jalan hidup ini?

Rasa – rasanya…karena Seribu karena, Tuhan…

Karena…

karena seribu karena…

saat aku mencintai seseorang, sangatlah sakit kehilangannya…

saat aku merindukan seseorang, sangatlah sakit tanpa menemukan seperti dulu

wahai sahabat, benarkah???

karena seribu karena…

dengan mencintai Allah…aku tiada akan sakit…semakin aku mencintainya,,,semakin dekat ia denganku…dan rasa-rasanya aku tidak akan patah hati…

semakin aku merindukannya…semakin aku menyelami kesejukan nurani,sungguh nikmat yang tiada aku pernah rasakan….selalu bertambah…bertambah tanpa ambang batas….

semakin aku memberikan cinta ini…semakin Allah mencintaiku…semakin merasakan bahwa ia mencintaiku…

Rasa – rasanya…dendang perjaka, kepada Tuhannya…

wahai Tuhanku…tuhan yang mencintaiku…

perawan sungguh memikat diriku, maka tegarkanlah imanku terhadap apa yang memikat hatiku…

wahai tuhanku…tuhan yang mencintaiku…

keindahan dunia ini membutakan diriku, maka jadikanlah surgamu untuk membukakan mataku….

wahai tuhanku…tuhan yang mencintaiku…

kenikmatan ini mengeraskan hatiku…maka lunakanlah hati ini dengan sedikit ingatan ayat – ayatmu…

wahai tuhanku…tuhan yang mencintaiku…

perjaka ini sungguh berat…ubun – ubun seakan pecah, kaki enggan melangkah, hati tiada arah, dan mata tiada melihat….alihkanlah perjaka ini…kedalam pandangan surgamu,….

wahai sahabat…nasehatilah diriku ini…begitu hina dan dungu caci maki dunia ini…

wahai sahabat…kuatkanlah diriku ini…begitu na as dan menggenaskan semakin dewasa diri ini…

wahai sahabat….

Yogyakarta, 21februari 2007

dendang itu masih selalu berdendang….

dentum itu masih selalu berdentum…

detak itu masih selalu berdetak…

selalu…dalam keimanan

selalu…dalam nafsu

selalu…dalam bolak – baliknya hati

Huff….G nyangka ya….aku bisa nulis kaya gini….Indah juga, dalam juga maknanya….hahaha….Aku suka banget saat ne baca ini…mungkin benar…, “Dia Tidak akan membuat patah hati kita…, dan kita akan selalu jatuh cinta”

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*