Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Curhatku Hari Selasa 6 April 2010 – Andy eko wibowo

Curhatku Hari Selasa 6 April 2010

dear kawan….lagi sedih ne….

Oh iya, mau tanya…pernahkah kalian menjadi penentu suatu hal dimana keputusan kalian itu menyangkut keikutsertaan orang lain pada suatu kegiatan padahal semua peserta sudah berusaha secara maksimal untuk ikut serta!. Selain itu peserta adalah sebuah team yang mulai awal mereka memiliki tujuan dan harapan untuk ikut serta  tanpa harus ada proses seleksi.

Pertanyaan kedua, bagaimana reaksi temen – temen apabila temen – temen jadi peserta itu dan tidak terpilih dalam seleksi? Kemudian reaksi temen – temen apabila jadi peserta itu dan temen – temen terpilih sementara temen kalian tidak terpilih? Seperti apa perasaan nya?Padahal mereka semua sudah menyediakan waktu ditengah – tengah kesibukannya yang benar – benar padat seperti kita. Padahal semula kita menganggap bahwa kita ini team dan akan ikut serta semua dalam kegiatan tersebut?

Pertanyaan ketiga, bagaimana reaksi temen – temen apabila kalianlah yang mengumpulkan mereka, mengajak mereka dalam kegiatan tersebut, melihat temen – temen yang kalian ajak itu dikarenakan proses seleksi tidak bisa ikut!!. Padahal kalian sebagai pengajak juga termasuk sebagai trainer yang memberikan skil agar temen – temen yang kalian ajak itu dapat mengikuti kegiatan tersebut, tapi tidak bisa berbuat apa – apa.

Ketiga perasaan/sudut pandang ini yang aku jelajahi malam ini. Sebagai diriku sendiri, sebagai mereka(temen – temen peserta) dan juga sebagai orang yang punya keputusan untuk  menseleksi mereka.

Mungkin ini masalah, hanya ada dalam angan – anganku aja, mengganjal dihatiku, dan tidak mengubah sistem kehidupan seperti masalah – masalah besar yang sering kita hadapi. Tapi rasanya, kok jika aku menjadi si penentu keputusan itu, aku akan memasukan mereka semua. Paling tidak, jika tidak bisa memasukan semua, aku harap memberi penjelasan kepada peserta kenapa tidak memasukan peserta. dan tentunya si penentu keputusan itu meminta maaf secara langsung kepada para peserta, tidak menyuruh utusannya tinggal menseleksi dan udah, setelah proses seleksi selesai, serasa yang tidak lulus seleksi tidak dibutuhkan. ASU banget tuh orang, ANJING!!!SETAN!!!!Itu menurutku!!!!

Jika aku menjadi si peserta yang tidak lolos seleksi dan tidak bisa ikut kegiatan itu, pasti aku akan nyalahin orang yang ngajak, habisnya yang ngajak G kasih tau kalo ada proses seleksi. Pasti aku juga akan sebel sama orang yang ngajak, bahkan klo emang acara itu bener – bener aku inginkan pasti bakal kecewa lama banget. Si yang ngajak ANJING JUGA!!!Tapi disisi laen aku juga akan mendukung orang yang keterima seleksi dengan menemani latihan mereka untuk menuju kegiatan itu, serta mempertahankan kebersamaan yang udah tercipta selama kita mempersiapkan kegiatan tersebut. Karena bagiku, mereka muncul dalam kegiatan itu merupakan usaha jerih payah dari sebuah team, bukan milik mereka sendiri. Sedangkan jika aku orang yang lolos seleksi akup pasti akan enggan mengikuti kegiatan itu, mengingat temen – temenku yang sama – sama maksimal untuk mempersiapkan kegiatan itu tidak masuk seleksi yang TIDAK DIRENCANAKAN. Tapi disisi laen aku juga akan mempersiapkan lebih baek dan tidak akan membuat kecewa teman yang tidak lolos seleksi.

dan jika aku jadi orang yang ngajak, aku pasti akan nyalain diriku sendiri. Ingin sekali aku misuh – misuh sama orang yang nyeleksi, pengen banget aku mukul orang yang nyeleksi, coz dia juga G bilang klo acara itu ada proses seleksi, padahal aku udah terlanjur mengajak orang banyak. Padahal orang banyak itu bukanlah orang yang ambil di sembarang tempat dan dikumpulkan begitu saja, tapi mereka adalah team, sebuah team, yang gara – gara keputusan si ASU (pengajak) menjadikan team G bisa berangkat semua ke kegiatan itu. Aku sebagai pengajak juga akan meminta maaf kepada mereka (yang aku ajak) karena aku merasa bersalah banget ma mereka. Tapi aku juga berharap, yang aku ajak itu juga tetep sebagi team, karena mereka dipersatukan untuk mempersiapkan kegitan, dan hal yang mempersatukan mereka itu masih bermanfaat untuk kegiatan laennya. Aku berharap mereka akan bisa sebagai team dan membuat kejutan dalam kebersamaan di kegiatan laen.

Kalian bisa menilai sendiri bagaimana dengan diri kalian jika ditempatkan dalam beberapa keadaan tersebut. dan aku minta maaf ya!!!!semoga harapan yang ada dalam curhatku ini bisa terkabul…amin!!!.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*