Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning rencanamu…GAGAL KARENA kurang persiapan!!!lalu bagaimana? – Andy eko wibowo

rencanamu…GAGAL KARENA kurang persiapan!!!lalu bagaimana?

Pernahkah anda, menyesali tidur anda??padahal rencana sebelum tidur sudah anda buat tapi gara – gara tidur yang terlalu lama sehingga menggagalkan rencana anda seharian penuh…
untuk itu butuh tehnik – tehnik tertentu dalam menyusun rencana…mau tau?bagaimana caranya….

Pernahkah anda, menyesali tidur anda??padahal rencana sebelum tidur sudah anda buat tapi gara – gara tidur yang terlalu lama sehingga menggagalkan rencana anda seharian penuh…
untuk itu butuh tehnik – tehnik tertentu dalam menyusun rencana.

1. Menyusun Rencana

Ada ungkapan yang mengatakan ”If you fail to plan, you plan to fail”. Apabila Anda menjalani hari Anda tanpa ada gambaran apa yang harus dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya, Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu Anda bertanya ”Apa yang harus saya kerjakan sekarang ya?”. Rencana memberikan peta apa yang ada dihadapan Anda hari itu. Alokasikan sedikit waktu untuk menyusun rencana sehingga Anda bisa mengelompokkan tugas-tugas yang sesuai dan memberikan prioritas serta waktu pengerjaannya.

Susunlah rencana di pagi hari atau hari sebelumnya. Anda bisa mulai dari catatan kecil saja atau bahkan menyusunnya di kepala untuk sekedar memberikan sinyal kepada otak mengenai apa yang harus Anda selesaikan hari itu.

Gunakan strategi yang cerdas dalam menyusun rencana. Kapan biasanya Anda merasa energi Anda tinggi, baik mental maupun fisik? Buat saya biasanya waktu antara jam 10:00 sampai 12:00 adalah saat dimana saya sedang ”on fire”. Disaat itu saya manfaatkan untuk memulai atau menyelesaikan tugas-tugas dengan prioritas tinggi. Waktu yang tersisa biasanya saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan prioritas lebih rendah.

Rencana tidak bersifat kaku dan selalu terbuka untuk adjustment kapanpun. Jangan lupa untuk menyisipkan waktu untuk istirahat. Pada prinsipnya, Anda melakukan manajemen diri untuk Anda sendiri. Belajar mengelola waktu adalah latihan yang bagus untuk disiplin diri.

2. Fokus

Seringkali dalam bekerja kita membiarkan diri kita larut dalam beberapa pekerjaan sekaligus, istilahnya multi-tasking. Mungkin Anda mencoba menyenangkan boss Anda dengan mengiyakan semua permintaannya, tapi tanpa Anda sadari sebenarnya Anda justru membebani diri Anda dengan stress dan belum tentu juga apa yang Anda kerjaan akan berkualitas bagus.

Mengerjakan dua hal pada saat bersamaan bukan saja membagi perhatian Anda tetapi juga membuat Anda kurang fokus yang akibatnya butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Fokus dalam bekerja membuat kita lebih produktif dan mengurangi beban stress. Buat skala prioritas apabila Anda harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam kurun waktu yang bersamaan.

3. Cara lainnya :

* Pikirkan hal-hal yang menjadi keinginan besar. Misalnya dalam semester ini. Kita ingin mengembangkan hobi fotografi dengan praktik langsung di luar kota, ingin masuk ke kepanitiaan Natal, ingin ikut bimbingan belajar, ingin kursus bahasa Inggris, dan lain-lain.

* Pikirkan hal yang menjadi program bulanan. Misalnya kita sebagai pengurus harus mencari pembicara tamu untuk persekutuan sekali sebulan. Kita harus berenang minimal sekali sebulan. Kita perlu liburan sekali sebulan, dan lain-lain. Buatlah evaluasi dan rencana setiap bulan.

* Pikirkan yang menjadi rutinitas mingguan
Misalnya kita harus belajar materi pelajaran, ulangan, ke persekutuan, harus senam, harus membersihkan kamar mandi seminggu sekali.

* Tuangkan agenda kita ini dalam kalender tahunan
Itu lo, kalender yang tiap kolomnya ada tempat khusus untuk mencatat. Catatlah kegiatan yang sudah pasti. Kita akan melihat bagian-bagian mana yang sudah padat dan banyak menghabiskan energi, serta membuat kita stres. Kita juga bisa melihat kapan saja punya waktu lowong.

* Lakukan dengan fleksibel
Hidup kita ini dinamis. Jadi bila memang ada hal yang lebih penting, kita harus fleksibel. Misalnya jika untuk belajar rasanya sudah jenuh banget, maka kita bisa melakukan aktivitas yang membuat kita segar. Misalnya kalau waktunya pendek, kita bisa berenang sebentar. Atau kalau punya waktu sehari, bisa saja kita berlibur dulu. Namun dengan catatan, apa yang sudah menjadi rencana harus tetap dilaksanakan. Begitu juga kalau tiba saat jatahnya bimbingan belajar, di sekolah kita ada tamu siswa asing. Jangan tinggalkan kesempatan emas untuk berbagi pengalaman dengan siswa asing ini. Bolos bimbingan belajar sekali tidak apa-apa. Yang penting kita harus menebusnya dengan menguasai materi bimbingan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*